INDORAYATODAY.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono bergerak cepat melakukan akselerasi gerakan tanam padi seluas 750 hektare di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat produksi beras nasional sekaligus mengantisipasi dampak buruk fenomena iklim El Nino.
Menurut Sudaryono, gerakan ini menjadi upaya nyata untuk memperkuat produksi beras nasional dan menjaga momentum peningkatan luas tanam di salah satu lumbung pangan utama Indonesia.
Dalam peninjauan tersebut, Sudaryono didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy.
Rombongan meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Tanam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Lamongan, serta melakukan penanaman bersama padi varietas Inpari 32 di lahan percontohan seluas 12 hektare.
Wamentan yang akrab disapa Mas Dar ini menegaskan bahwa kunci utama dari peningkatan produksi pangan nasional adalah dengan cara memperluas area tanam.
Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk menjamin seluruh kebutuhan dasar para petani di lapangan dapat terpenuhi secara komprehensif, mulai dari pasokan air irigasi, benih unggul, pupuk, hingga ketersediaan alat dan mesin pertanian.
Berdasarkan berbagai proyeksi klimatologi, dampak El Nino diperkirakan akan menerjang kuat pada periode Juli hingga September dengan puncak kekeringan pada Agustus mendatang. Kendati demikian, Wamentan memastikan kondisi cadangan pangan nasional saat ini masih berada dalam posisi yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Guna menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi terintegrasi. Pemerintah gencar melakukan penguatan infrastruktur air melalui revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, serta pengeboran air tanah di kawasan rawan kekeringan.
Selain itu, program pompanisasi terus digenjot secara masif, di mana sejak 2024 Kementan telah menyalurkan hampir 100.000 unit pompa air ke berbagai sentra produksi pangan di seluruh Indonesia.
Di tempat yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan stimulan dari pemerintah pusat. Menurutnya, kepastian akses terhadap sarana produksi, terutama pupuk subsidi yang kini aman dan mudah diperoleh dengan harga terjangkau, menjadi pemantik utama terjaganya produktivitas petani di Lamongan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim melalui optimalisasi jaringan irigasi perpompaan maupun perpipaan, serta melakukan perbaikan dan normalisasi saluran air.
Di saat yang sama, mekanisasi pertanian mulai dari masa penanaman, pemeliharaan, hingga panen terus digenjot demi meningkatkan efisiensi dan hasil kerja petani.
Pada akhir kegiatan, Wamentan bersama Kepala Bappenas dan Bupati Lamongan menyerahkan bantuan stimulan pertanian secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani setempat. Bantuan yang disalurkan meliputi benih padi kualitas unggul, benih jagung, hand tractor, dan rotavator.

Tinggalkan Balasan