INDORAYATODAY.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan bahwa percepatan masa tanam merupakan langkah strategis pemerintah dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Langkah ini diambil guna mengantisipasi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/4/2026), Sudaryono menekankan pentingnya memanfaatkan sisa musim hujan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipusatkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR), Kabupaten Batang Hari, Jambi.
“Percepatan tanam menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, terutama ancaman El Nino. Semakin cepat kita menanam, semakin cepat pula kita memanen untuk mengamankan stok pangan,” ujar Sudaryono.
Pemerintah menargetkan setidaknya 5.000 hektare lahan CSR di Provinsi Jambi dapat segera masuk ke dalam siklus tanam produktif. Guna memastikan program ini berjalan optimal, Kementerian Pertanian telah menurunkan tim penyuluh, Brigade Pangan, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern di lapangan.
Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPN HKTI, menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada pemanfaatan teknologi. Penggunaan mekanisasi seperti rice transplanter dan drone penabur benih diharapkan dapat menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efisiensi waktu tanam.
“Benih dan pupuk bisa kami sediakan, namun air dan hujan tidak bisa kita datangkan sesuai keinginan. Oleh karena itu, manfaatkan momentum ketersediaan air yang ada sekarang untuk segera menanam,” tegasnya.
Selain percepatan tanam, pemerintah juga melakukan langkah mitigasi terhadap potensi kekeringan dengan mengidentifikasi sumber daya air di sekitar lahan pertanian. Pembangunan sumur bor, penyediaan pompa, hingga optimalisasi aliran sungai terus digalakkan agar lahan yang telah dicetak tetap produktif meski memasuki musim kemarau.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan generasi muda dalam Brigade Pangan, Kementerian Pertanian optimistis target swasembada pangan tetap terjaga di tengah tantangan iklim global yang dinamis.

Tinggalkan Balasan