INDORAYATODAY.COM — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk meraih prestasi maksimal dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026.

Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran, Pemkot Bogor mematok target ambisius sebanyak 100 medali emas, meningkat signifikan dari capaian sebelumnya yang berada di angka 65 medali emas.

Jenal menjelaskan bahwa target tersebut ditetapkan melalui evaluasi mendalam terhadap performa atlet yang menunjukkan grafik peningkatan positif. Ia optimistis, meskipun jumlah atlet yang diterjunkan lebih ramping dibandingkan periode sebelumnya, kualitas dan kesiapan mental kontingen berada dalam kondisi prima.

“Target kita 100 emas, insyaallah. Dengan melihat kemampuan atlet saat ini, ada grafik yang cukup positif. Artinya, target 100 emas itu bukan ditetapkan tanpa dasar yang kuat,” ujar Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Selasa (21/4/2026).

Pada perhelatan kali ini, Kota Bogor akan memberangkatkan sekitar 700 atlet, berkurang dari sebelumnya yang mencapai 900 orang. Jenal tidak menampik bahwa pengurangan ini merupakan dampak dari langkah efisiensi anggaran. Namun, ia memastikan bahwa keterbatasan tersebut tidak akan menyurutkan semangat juang para atlet di lapangan.

Sebagai salah satu tuan rumah bersama Kota Depok dan Kota Bekasi, Kota Bogor akan menyelenggarakan pertandingan untuk 20 cabang olahraga. Pemkot Bogor sendiri telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp55 miliar dari APBD untuk mendukung kesiapan venue, pembinaan, hingga insentif atlet.

“Sampai hari ini pembiayaan murni dari APBD Kota Bogor, belum ada bantuan dari provinsi. Oleh karena itu, kami memangkas acara seremonial yang tidak terlalu mendesak agar fokus anggaran langsung pada pelatihan dan pelaksanaan teknis,” tegas Jenal.

BACA JUGA:  Jenal Mutaqin Sambangi Siswi Obesitas, Cita-Cita Polwan Intan Permata Jadi Perhatian

Selain mengejar sukses prestasi, Jenal juga menyoroti potensi multiplier effect dari status tuan rumah ini bagi ekonomi kerakyatan. Ia memproyeksikan lonjakan keterisian hotel dan geliat sektor kuliner di Kota Hujan akan memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat setempat.