INDORAYATODAY.COM — Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjamin hak pendidikan anak-anak melalui aksi nyata penebusan ijazah yang tertahan di sekolah karena kendala biaya.

Pemkot Bogor bersama DPRD Kota Bogor meluncurkan gerakan ‘jemput bola’ dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga penerima manfaat guna memastikan bantuan pendidikan tersebut tepat sasaran.

Aksi turun ke lapangan ini juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Bogor (HJB). Menurut Jenal, jajaran eksekutif bersama legislatif sengaja menyisir wilayah-wilayah permukiman untuk memberikan solusi konkret sekaligus kado yang paling bermanfaat bagi masyarakat membutuhkan.

“Saya turun ke lapangan bersama Kadisdik, didampingi juga dari DPRD Ketua Komisi IV Pak Fajar. Alhamdulillah dari kemarin kita dalam rangka HJB coba terus memberikan kado-kado positif, kado-kado yang bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Jenal Mutaqin saat meninjau langsung penyerahan ijazah di wilayah Kecamatan Bogor Utara, Jumat (22/5/2026).

Dalam agenda jemput bola ini, Jenal Mutaqin bersama rombongan mengunjungi pemukiman warga di Jalan Raya Pajajaran, Warung Jambu, Kelurahan Bantarjati. Di lokasi tersebut, mereka menyerahkan langsung ijazah yang sempat tertahan sekian lama kepada seorang warga bernama Siti Fadia Sanjaya, sehingga kini ia dapat menggunakannya untuk melanjutkan masa depan atau mencari pekerjaan.

Selain menebus ijazah yang tertahan, Pemkot Bogor juga menyerahkan bantuan pendidikan lain secara simultan. Di wilayah Kalibata, Kelurahan Bantarjati, diserahkan Beasiswa S1 IBIK kepada mahasiswa atas nama Muhammad Haiqal Zamhuri untuk menjamin biaya kuliahnya hingga lulus. Rombongan juga meninjau siswa penerima program sekolah paket melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi anak putus sekolah di Kampung Kebon Karet, Kelurahan Cimahpar.

BACA JUGA:  Kisah Haru Ibu Kayla, Hidup di Rumah Reyot Bersama Anak Disabilitas, Kini Dapat Perhatian Wali Kota

Jenal mengungkapkan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Kota Bogor yang terhambat masa depannya hanya karena persoalan biaya administrasi sekolah. Sebelumnya, Pemkot Bogor telah menggelar Gebyar PKBM yang berhasil menjaring dan menampung sebanyak 544 anak putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan secara gratis sampai lulus dan mendapatkan ijazah setara.

Komitmen yang ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota ini mendapat apresiasi tinggi dari DPRD Kota Bogor. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, menegaskan bahwa pihak legislatif siap mengawal dan mengamankan kebijakan anggaran agar program penebusan ijazah dan beasiswa ini terus menjadi prioritas utama ke depan.

Menurut Fajar, sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif ini merupakan bukti otentik bahwa seluruh elemen pemerintahan di Kota Bogor menaruh perhatian serius pada penuntasan problem mendasar di sektor pendidikan.

”Langkah nyata, Pemkot Bogor serius untuk menuntaskan masalah pendidikan. Yaitu pelunasan ijazah dan juga beasiswa untuk mahasiswa. Kami di DPRD siap mendukung penuh menjadi program pemerintah, program prioritas,” tegas Fajar Muhamad Nur.