INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah persuasif untuk mengatasi polemik rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan akan mengajak perwakilan warga yang menolak proyek tersebut untuk melihat langsung sistem pengelolaan sampah modern di China.
Jenal menjelaskan bahwa studi banding ini bertujuan memberikan bukti konkret kepada masyarakat terkait teknologi waste-to-energy yang akan diterapkan. Menurutnya, kekhawatiran warga soal bau dan pencemaran lingkungan perlu dijawab dengan melihat fasilitas yang sudah berhasil beroperasi.
“Dipastikan kalau melihat desain teknologi gedung dan pengelolaan PSEL ini memang seperti mal. Cuma memang warga butuh pembuktian apakah benar tidak menimbulkan bau dan lain-lain,” ujar Jenal Mutaqin saat ditemui di Cibinong, Rabu (6/5/2026).
Inisiatif kunjungan ke mancanegara ini, menurut Jenal, merupakan bagian dari komitmen pihak Danantara untuk menyosialisasikan proyek strategis tersebut secara transparan. Perwakilan warga akan didampingi pejabat pemerintah daerah guna meninjau fasilitas di China yang menjadi rujukan teknologi PSEL.
“Pihak Danantara akan mengajak perwakilan masyarakat bersama pejabat pemerintah untuk studi banding langsung ke China, menyaksikan bagaimana sebenarnya kondisi pengelolaan sampah berbasis teknologi di sana,” tambah Jenal.
Jenal menegaskan bahwa PSEL adalah solusi krusial bagi darurat sampah di Kota Bogor yang volumenya terus membengkak. Ia memastikan sistem ini bukan merupakan pembuangan terbuka (open dumping) yang selama ini dikhawatirkan warga Kayumanis sebagai sumber polusi di pemukiman padat penduduk.
Meskipun jadwal keberangkatan masih dalam tahap pematangan mekanisme, Jenal berharap langkah ini dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara pemerintah dan masyarakat sekitar lokasi pembangunan demi kesuksesan pengelolaan sampah jangka panjang.

Tinggalkan Balasan