INDORAYATODAY.COM — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa kebangkitan dan kekuatan ekonomi sebuah bangsa sangat bergantung pada ketangguhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dia mengingatkan, sejarah mencatat perusahaan-perusahaan raksasa dunia selalu mengawali perjalanannya dari skala kecil.

Rachmat mencontohkan tokoh-tokoh bisnis global seperti Bill Gates hingga Jack Ma yang tidak meraih kesuksesan besar secara instan. Begitu pula dengan raksasa ritel Walmart serta jenama lokal Mustika Ratu yang didirikan oleh Mooryati Soedibyo. Semuanya memulai usaha dari garasi atau skala rumahan sebelum akhirnya mendunia.

“Apakah itu Microsoft dengan Bill Gates-nya, apakah itu perusahaan seperti Apple Computer? Sama saja. Bill Gates juga dari kecil. Jack Ma yang menguasai berbagai usaha di RRC (China), apakah langsung besar? Tidak juga,” ujar Rachmat saat memberikan sambutan pada acara soft launching platform SAPA UMKM di kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Oleh karena itu, Rachmat mengapresiasi kehadiran platform SAPA UMKM yang diinisiasi oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman. Menurut dia, SAPA UMKM hadir sebagai langkah revolusi digital untuk menjembatani pelaku UMKM di Tanah Air agar bisa berkembang dan mengikuti jejak kesuksesan tersebut.

Lebih lanjut, Rachmat memaparkan data bahwa negara dengan ekonomi yang maju dan kuat biasanya memiliki persentase pengusaha di atas 10 persen dari total populasi. Sementara saat ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih berada di bawah angka 5 persen. Angka ini tertinggal jauh dari negara tetangga seperti Singapura, maupun negara maju seperti Inggris yang sudah melampaui 10 persen.

“Sekarang kewajiban kita membangun entrepreneur. Tidak ada satu pun negara yang kuat tanpa usaha yang kuat. Makin kuat UMKM-nya, di situlah negara ditopang,” tegas Rachmat.

BACA JUGA:  Kepala Bappenas Rachmat Pambudy: Riset Perguruan Tinggi Kunci Masa Depan Bangsa

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bappenas, Maliki, menjelaskan bahwa SAPA UMKM telah mengintegrasikan sekitar 30,2 juta data pelaku usaha yang akan dimutakhirkan secara berkala. Sebelum diluncurkan secara resmi, platform digital berbasis data ini telah melalui serangkaian uji coba di beberapa kota besar, seperti Surabaya, Bandung, Makassar, dan Bali.

“SAPA UMKM dibangun dengan tiga prinsip utama, yakni Satu Data, Satu Platform, dan Satu Akses,” terang Maliki.

Nantinya, platform ini diproyeksikan akan menjadi tulang punggung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Integrasi data ini disalurkan melalui inisiatif Pro-Kesra Berdaya dan Produktif demi mendorong kesejahteraan pelaku usaha kecil di Indonesia.