INDORAYATODAY.COM – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah mematangkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius di level 7,5% secara tahunan (yoy).

Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa target tersebut merupakan bagian dari peta jalan menuju pertumbuhan 8% pada akhir masa jabatan di 2029.

Dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2026, Rachmat memaparkan bahwa pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang terintegrasi di seluruh daerah.

“Pertumbuhan ini tidak hanya berpusat di Jakarta, tetapi harus tumbuh di setiap daerah. Target 5,9% hingga 7,5% ini mustahil dicapai tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujar Rachmat Pambudy di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Rachmat memastikan fokus pemerintah sepanjang 2027 akan diarahkan pada peningkatan produktivitas, investasi, serta penguatan industri. Selain mengandalkan fiskal, pemerintah juga akan mendorong pembiayaan non-APBN secara aktif.

“Kita harus mendorong kapasitas pembangunan melalui investasi eksternal, termasuk peran Danantara, agar tidak hanya terbatas pada kemampuan APBN semata,” tambahnya.

Terdapat 8 Klaster Program Prioritas Nasional 2027 berikut adalah rincian program strategis yang dipaparkan oleh Kepala Bappenas:

1. Kedaulatan Pangan: Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih, modernisasi 4.582 kapal ikan, hingga pengembangan kawasan pangan (Food Estate) terintegrasi.

2. Kemandirian Energi & Air: Mandatori Biodiesel B50 dan Bioetanol E20, pembangunan PLTS 100 GW, konversi 6 juta motor listrik, serta eksplorasi 10 blok migas baru.

3. Pendidikan: Implementasi Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pembangunan 10 Universitas baru berbasis STEMM, serta digitalisasi pendidikan melalui 2 juta papan interaktif.

4. Kesehatan: Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil dan balita, peningkatan kelas di 86 rumah sakit, serta program pemeriksaan kesehatan gratis massal.

BACA JUGA:  Reaktivasi PBI-JKN Ditargetkan Tuntas April 2026, Kemensos Lakukan Ground Check dengan BPS

5. Hilirisasi & Industri: Pelaksanaan 18 proyek hilirisasi industri strategis, serta pengembangan proyek Mobil Nasional dan Motor Nasional.

6. Infrastruktur & Perumahan: Pembangunan proyek raksasa Giant Sea Wall, pembangunan 3 juta rumah (1 juta rumah baru & 2 juta renovasi), serta pengembangan jaringan kereta api nasional.

7. Ekonomi Kerakyatan: Pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan percepatan pembangunan di daerah 3T.

8. Penurunan Kemiskinan: Integrasi bantuan sosial melalui program PRO-KESRA bagi 10 juta penduduk yang berusaha dan bekerja.

Penyusunan RKP 2027 ini menjadi langkah krusial bagi Bappenas dalam memastikan transisi ekonomi berjalan sesuai target jangka menengah, guna membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).