INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mempertegas komitmen Indonesia untuk memperdalam kerja sama kebudayaan dengan Tiongkok sebagai pilar penting hubungan bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun.

Hal ini disampaikan Fadli dalam wawancara eksklusif dengan China Global Television Network (CGTN) di sela kunjungan resminya ke Beijing, Rabu (6/5/2026).

Fadli menilai, Indonesia dan China memiliki kemiripan dalam ekspresi budaya yang menjadi fondasi kuat untuk melakukan akselerasi pertukaran nilai di tingkat global.

“Saya percaya kerja sama ini memiliki fondasi yang kokoh. Indonesia dan China berbagi banyak ekspresi budaya yang bisa dikembangkan lebih jauh,” ujar Fadli Zon melalui keterangan resmi KBRI Beijing.

Dalam upaya memperdalam hubungan tersebut, Menbud mengusulkan sejumlah langkah konkret yang melibatkan sektor kreatif dan teknologi. Beberapa poin utama yang didorong antara lain:

Produksi Film Bersama: Kolaborasi sineas kedua negara untuk menciptakan karya yang menjangkau pasar internasional.

Pertukaran Museum: Sinergi antarlembaga pelestarian sejarah untuk memperkaya wawasan masyarakat kedua bangsa.

Pemanfaatan Platform Digital: Menggunakan teknologi terkini untuk meningkatkan visibilitas warisan budaya di era modern.

Lebih lanjut, Fadli menekankan bahwa pelestarian tradisi tidak boleh bersifat statis. Baginya, warisan masa lalu—seperti seni lukis gua prasejarah di Indonesia maupun peradaban panjang Tiongkok—harus menjadi inspirasi bagi inovasi dan penciptaan karya kreatif baru.

“Kita tidak bisa memisahkan antara pelestarian dan penciptaan kembali. Keduanya adalah kesinambungan. Kita tidak dapat mencipta tanpa melestarikan, dan sebaliknya,” tegasnya.

Diplomasi budaya ini dinilai strategis dalam memperkuat saling pengertian antarbangsa ( mutual understanding), terutama di tengah meningkatnya interaksi masyarakat melalui sektor pendidikan, pariwisata, dan pertukaran seni. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya kontemporer yang tetap berakar pada jati diri bangsa masing-masing.

BACA JUGA:  KPK Tekankan Penekanan Biaya Politik dalam Wacana Pilkada Lewat DPRD