INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok mengajak para ketua RT, RW, kader posyandu, serta tokoh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan lingkungan.

Wali Kota Depok menegaskan bahwa keberadaan posyandu tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Menurutnya, kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan yang bersih, aman, dan layak huni.

Ia menilai kolaborasi antara pengurus RT, RW, kader posyandu, serta lembaga kemasyarakatan menjadi kunci dalam memastikan lingkungan masyarakat tetap sehat.

“Berbicara tentang kesehatan tidak hanya dari sisi kesehatan fisik semata, tetapi juga dari kondisi lingkungan yang sehat,” tuturnya dalam keterangan yang dikutip Rabu (11/3/2026).

Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk kebersihan, keamanan, serta kondisi rumah warga.

Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkuat pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.

Wali Kota Depok menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan masyarakat tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat.

Ia mengingatkan agar pelayanan posyandu yang berjalan dengan baik juga diiringi dengan perhatian terhadap persoalan lain di lingkungan, seperti rumah tidak layak huni maupun kebersihan kawasan permukiman.

“Saya berharap jangan sampai layanan posyandu berjalan dengan baik tetapi masih ada rumah tidak layak huni yang belum tertangani,” katanya.

Pemerintah Kota Depok juga mendorong pemanfaatan anggaran pembangunan sebesar Rp300 juta per RW untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di lingkungan, termasuk program peningkatan kesehatan dan kualitas lingkungan.

Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, pengurus lingkungan, serta kader posyandu, Pemkot Depok berharap upaya peningkatan kualitas kesehatan dan lingkungan masyarakat dapat berjalan lebih optimal. ***

BACA JUGA:  Pendidikan Karakter dan Budaya, Bupati Bogor Lepas 800 Siswa dalam Program Wisata Edukatif