INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Momentum bulan Syawal dimanfaatkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok untuk memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat. Melalui kunjungan silaturahmi ke Muhammadiyah Kota Depok, partai ini mendorong dialog kebangsaan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (4/4/2026) itu dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Depok, Yuni Indriany. Ia menegaskan, agenda tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara partai politik dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami meyakini peran organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah sangat strategis dalam pembangunan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan umat,” ujar Yuni.
Menurut dia, komunikasi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial.
Yuni menambahkan, semangat gotong royong serta nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat melalui interaksi lintas organisasi. “Kami berharap silaturahmi ini terus ditingkatkan demi menjaga kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Depok, Imam Turidi, menyebut kegiatan ini juga menjadi momentum memperkenalkan struktur kepengurusan baru periode 2025–2030.
Ia mengungkapkan, komposisi kepengurusan kali ini diisi banyak wajah baru yang diharapkan membawa semangat dan energi segar dalam kerja-kerja politik partai di tingkat daerah.
Selain bersilaturahmi ke Muhammadiyah, rombongan DPC PDI Perjuangan Depok juga melakukan kunjungan serupa kepada pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok.
“Semangat baru yang kami bawa adalah menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai partai yang membela wong cilik dan berdiri paling depan menentang segala bentuk intoleransi,” ujar Imam.
Silaturahmi yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Depok menjadi upaya memperkuat sinergi dengan organisasi keagamaan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga harmoni sosial sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang inklusif dan berpihak pada masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan