DEPOK, INDORAYA TODAY – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Depok menunjukkan komitmennya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan buka puasa bersama anak yatim dan kader Gerindra, Senin (2/3/2026). Kegiatan yang berlangsung sederhana namun hangat ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Ketua DPC Gerindra Depok, Pradi Supriatna, menekankan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.

“Ramadhlan mengingatkan kita untuk banyak bersyukur. Apa yang kita miliki hari ini adalah amanah. Sudah sepatutnya kita berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” ujar Pradi.

Menurut Pradi, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari komitmen Gerindra Depok untuk terus hadir di tengah warga. Kebersamaan ini diharapkan memperkuat hubungan antara kader partai dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Depok, Supian Suri, serta Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan legislatif menambah kehangatan suasana menjelang waktu berbuka puasa. Acara diisi dengan tausiyah singkat, doa bersama, dan pemberian santunan kepada anak yatim.

Pradi juga menegaskan komitmennya mengawal penyelesaian persoalan sampah di Kota Depok, yang masih menjadi tantangan serius. Salah satu fokusnya adalah optimalisasi kerja sama antara Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pemanfaatan TPPAS Lulut Nambo di Kabupaten Bogor.

“Masalah sampah ini peluang besar di depan mata kita. Persoalan plastik harus segera ada solusinya. Sejak saya masih menjadi wakil wali kota, Lulut Nambo belum juga tuntas. Mudah-mudahan sekarang bisa segera dimaksimalkan,” kata Pradi usai kegiatan buka puasa bersama.

BACA JUGA:  Resmi! DPC PDIP Depok Umumkan Struktur Pengurus 2025-2030, Siapa Saja Tokoh Intinya?

Pradi menyoroti bahwa kapasitas pemanfaatan TPPAS Lulut Nambo masih jauh dari total produksi sampah harian Depok yang mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Pradi berharap kerja sama dapat diperluas, dengan dukungan fasilitas, armada, dan administrasi yang memadai.

“Sekarang pengelolaannya sudah diambil alih provinsi. Harapannya, Depok bisa kembali bekerja sama dalam skala yang lebih luas,” tambah Pradi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen bagi Gerindra Depok untuk menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dan menegaskan nilai kepedulian yang tidak hanya tumbuh di bulan Ramadhan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kota Depok.