INDORAYATODAY.COM – Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa persatuan domestik merupakan modal fundamental bagi Indonesia untuk menghadapi tekanan dinamika geopolitik global yang kian berat.
Dalam pertemuan strategis di Bantul, Yogyakarta, Minggu (5/4) malam, keduanya mendiskusikan posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Haedar Nashir menilai, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memiliki komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan serta nilai kemanusiaan, termasuk konsistensi dalam membela kemerdekaan Palestina di tengah ketidakpastian politik dunia.
Selain isu geopolitik, pembahasan mengerucut pada strategi penguatan internal menuju Indonesia Emas 2045. Ahmad Muzani dan Haedar sepakat bahwa akselerasi menjadi negara maju wajib bertumpu pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Muhammadiyah menyatakan akan terus berfokus pada penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial, yang kini ditambah dengan penguatan pilar ekonomi. Langkah ini dinilai selaras dengan visi pemerintah untuk membangun fondasi bangsa yang kuat dari hulu hingga ke hilir.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Muzani juga menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto berupa salam hormat bagi para tokoh agama, ulama, dan pimpinan pondok pesantren di Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi atas peran serta mereka dalam menjaga stabilitas nasional.

Tinggalkan Balasan