INDORAYATODAY.COM, BOGOR – Car Free Day (CFD) Tegar Beriman di Kabupaten Bogor tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga berkembang sebagai wadah pelestarian budaya. Pada Ahad (12/4), seni pencak silat hingga debus tampil di ruang publik dan menarik perhatian masyarakat.
Penampilan seni budaya tersebut dihadirkan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor bersama Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor. Beragam atraksi silat tradisional ditampilkan, termasuk debus yang menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran pertunjukan ini memperkuat peran CFD Tegar Beriman sebagai ruang publik yang tidak hanya mendorong aktivitas fisik, tetapi juga menjadi panggung ekspresi budaya lokal.
Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, mengatakan kolaborasi dengan PPSI merupakan bagian dari upaya mengembangkan seni budaya berbasis tradisi.
“PPSI merupakan Persatuan Pencak Silat Indonesia yang bersumber dari tradisi dan budaya. Penampilan hari ini sangat luar biasa, termasuk atraksi debus. Ke depan, KORMI dan PPSI akan terus berkolaborasi untuk mengembangkan budaya di Kabupaten Bogor,” ujar Rike.
Sementara itu, Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor, Dody, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memberikan ruang bagi seni budaya pencak silat melalui CFD.
Menurut dia, peran KORMI sebagai wadah komunitas olahraga masyarakat turut memperkuat pengembangan pencak silat tradisional di daerah.
“Sinergi sangat penting dalam upaya meningkatkan minat masyarakat terhadap pencak silat, sekaligus memperluas pengenalan seni budaya kepada generasi muda,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pengunjung yang menyaksikan pertunjukan. Putri, warga Cibinong, menilai penampilan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai edukasi.
“Penampilan seni budaya silat di CFD ini sangat menarik dan menghibur. Anak-anak juga bisa melihat langsung dan belajar mencintai budaya sendiri,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Salsabila, yang berharap kegiatan budaya seperti ini dapat digelar secara rutin agar semakin memperkuat pelestarian budaya di kalangan generasi muda.
“Harapannya penampilan seperti ini bisa lebih sering ditampilkan di CFD. Selain menghibur, juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya,” katanya.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, CFD Tegar Beriman kini tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga ruang pelestarian budaya. Penampilan silat dan debus menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan untuk menjaga sekaligus mengenalkan warisan budaya kepada masyarakat luas. ***

Tinggalkan Balasan