DEPOK, INDORAYA TODAY – Wali Kota Depok, Supian Suri, menyiapkan langkah baru dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Quran di kalangan pelajar melalui penguatan program Guru Lekar. Kebijakan ini menjadi bagian dari evaluasi program Bimbingan Rohani (Bimroh) agar lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.

Pernyataan itu disampaikan Supian saat menghadiri kegiatan halalbihalal bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok di Gedung Dakwah MUI Depok, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, selama ini program Bimroh telah berjalan dengan cakupan yang cukup besar, bahkan menjangkau hingga ribuan peserta. Namun, kondisi fiskal daerah yang mengalami penyesuaian membuat pemerintah perlu merumuskan kembali prioritas penggunaan anggaran.

Supian menegaskan, evaluasi ini bukan sekadar efisiensi, melainkan upaya memastikan setiap program benar-benar memberi manfaat yang terukur bagi masyarakat.

“Yang kita lakukan adalah memastikan program ini tepat sasaran dan berdampak. Jadi bukan hanya besar di anggaran, tapi juga kuat di hasil,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, persoalan literasi Al-Quran di Depok masih menjadi perhatian serius. Dari sekitar 32 ribu lulusan sekolah dasar setiap tahun, hanya sebagian yang memiliki kemampuan membaca Al-Quran dengan baik.

Kondisi tersebut, menurut Supian, menjadi alasan utama perlunya penguatan peran guru ngaji melalui program Guru Lekar sebagai garda terdepan pendidikan keagamaan di masyarakat.

Melalui pendekatan ini, pemerintah ingin memastikan para pengajar Al-Quran mendapatkan dukungan yang lebih terarah, mulai dari jumlah murid yang dibina, metode pembelajaran, hingga capaian hasilnya.

“Guru ngaji ini perannya sangat penting. Kita ingin mereka benar-benar diperkuat, sehingga hasilnya juga bisa dirasakan langsung oleh anak-anak,” katanya.

Supian menilai, sebelumnya tidak semua penerima manfaat program Bimroh merupakan pengajar aktif di lapangan. Karena itu, ke depan program akan difokuskan kepada mereka yang berinteraksi langsung dengan peserta didik.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Supian Suri Tekankan Pentingnya Pendidikan Anak Saat HUT ke-6 Forsiredi

Selain itu, Pemerintah Kota Depok juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti MUI, Kementerian Agama, serta organisasi keagamaan untuk memperkuat implementasi program tersebut.

Langkah awal sudah dilakukan melalui kerja sama dengan Muslimat NU dalam uji coba metode pembelajaran Al-Quran di sejumlah wilayah sebagai proyek percontohan.

Hasilnya dinilai cukup positif, dengan metode yang variatif dan lebih mudah diterapkan oleh para pengajar di tingkat akar rumput.

Ke depan, pendekatan serupa akan terus dikembangkan agar semakin banyak anak di Depok yang memiliki kemampuan membaca Al-Quran sejak dini, khususnya mereka yang bersekolah di SD negeri.

Supian menambahkan, keterbatasan jam pelajaran agama di sekolah umum menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui dukungan program di luar sekolah.

Dengan penguatan Guru Lekar, ia berharap setiap anak di Depok memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan mampu membaca Al-Quran dengan baik.

“Harapannya sederhana, anak-anak kita lulus sekolah dasar sudah bisa membaca Al-Quran. Itu yang ingin kita wujudkan bersama,” tuntasnya.