INDORAYATODAY.COM – Sektor perumahan terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi yang kuat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa realisasi 62.591 unit rumah subsidi di Jawa Barat sepanjang tahun 2025 berhasil memutar uang hingga Rp8 triliun.

Pencapaian ini menempatkan Jawa Barat sebagai wilayah dengan realisasi rumah subsidi terbesar di Indonesia. Maruarar menyebut, satu unit rumah subsidi mampu menyerap setidaknya lima tenaga kerja langsung.

“Artinya, ada sekitar 300 ribu tukang yang bekerja di Jawa Barat dalam satu tahun. Ini belum termasuk ekosistem lainnya seperti toko material, sopir truk, hingga warung-warung kecil di sekitar proyek,” ujar Maruarar saat berkunjung ke Bandung, Senin (13/4/2026).

Selain memaparkan data realisasi, pria yang akrab disapa Ara ini juga menyoroti penguatan akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Program gagasan Presiden Prabowo ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah untuk renovasi atau bangun rumah.

Berikut poin utama skema KUR Perumahan:

Plafon: Pinjaman hingga Rp100 juta.

Tanpa Agunan: Memberikan kemudahan bagi rakyat kecil.

Bunga Rendah: Hanya 0,5 persen per bulan (6 persen per tahun), jauh di bawah bunga rentenir.

Relaksasi Aturan: Penghapusan syarat SLIK OJK (BI Checking) untuk pinjaman di bawah Rp1 juta.

“Kalau bunga rentenir bisa 20 persen per bulan, rakyat akan tercekik. Dengan KUR ini, kita berikan kemudahan supaya masyarakat tidak lagi terjerat hutang yang tidak masuk akal,” tegasnya.

Maruarar optimis potensi KUR perumahan di wilayah seperti Kabupaten Bandung sangat besar. Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan agar program ini cepat dirasakan manfaatnya.

Diharapkan, masifnya pembangunan dan perbaikan rumah tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung target pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan nasional.

BACA JUGA:  Kemenbud Siapkan Tim Khusus Optimalkan Penyaluran Dana Indonesiaraya