INDORAYATODAY.COM, BEKASI – Kloter pertama calon jemaah haji 2026 dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Selasa (21/4/2026) pagi. Para jemaah akan menjalani registrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pengecekan dokumen sebelum diberangkatkan.

Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede Muhammad Ali Zakiyudin mengatakan kedatangan jemaah dimulai pukul 06.00 WIB.

“Kedatangan jemaah besok pagi pukul 06.00, nanti kumpul di sini untuk melakukan registrasi terkait berbagai hal yang dibutuhkan, kelengkapan dokumen jemaah serta pengumpulan koper jemaah,” ujar Ali, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 16.150 calon jemaah haji akan masuk ke Asrama Haji Jakarta secara bertahap hingga 4 Mei 2026.

Selain jemaah asal DKI Jakarta, secara struktur pelayanan Asrama Haji Pondok Gede juga menangani satuan pelaksana dari Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung.

Para calon jemaah juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan, pengecekan paspor, serta aktivasi Nusuk, yakni identitas digital dan fisik resmi dari Pemerintah Arab Saudi.

Ali menyebut pihaknya menyiapkan layanan khusus bagi lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas agar proses berlangsung lebih cepat.

“Ada meja-meja khusus untuk lansia, perempuan, dan disabilitas. Jadi one stop, baik dari kesehatan dan lainnya ada fast track di sini,” katanya.

Setelah seluruh proses selesai, jemaah akan langsung diarahkan ke kamar yang telah disiapkan.

Ali juga mengingatkan jemaah agar tidak membawa barang terlarang seperti rokok dan benda tajam karena seluruh barang akan melalui pemeriksaan X-ray dua tahap.

Selain itu, keluarga pengantar hanya diperbolehkan sampai gerbang depan area asrama.

“Keluarga sampai di perbatasan depan saja. Setelah itu hanya untuk jemaah yang masuk,” ujarnya.

Asrama Haji Pondok Gede menyatakan seluruh fasilitas siap menyambut kedatangan kloter pertama calon jemaah haji. Proses kedatangan akan dilakukan bertahap dengan sistem sterilisasi dan layanan cepat bagi kelompok prioritas. ***

BACA JUGA:  Dasco: RI Jadi Destinasi Aman Investor di Tengah Gejolak Regional