INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Iran menegaskan sikapnya terhadap eskalasi di Timur Tengah dengan menuntut penghentian perang secara menyeluruh di kawasan tersebut. Tuntutan ini menjadi poin utama dalam proposal balasan yang diajukan Teheran kepada Amerika Serikat (AS) melalui mediator Pakistan pada Ahad (10/5).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa Teheran tidak sedang mencari konsesi khusus, melainkan menuntut hak-hak sah bangsa Iran yang selama ini terabaikan.

Selain penghentian konflik, Iran mendesak pembukaan blokade angkatan laut AS serta pencairan aset-aset milik rakyat Iran yang dibekukan secara sepihak di berbagai bank asing selama bertahun-tahun.

Laporan media lokal Press TV menyebutkan bahwa dokumen balasan tersebut juga mencakup tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat perang, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, serta pencabutan seluruh sanksi ekonomi.

Teheran menekankan bahwa poin-poin tersebut adalah hak fundamental yang tidak dapat ditawar demi kedaulatan bangsa.

Menanggapi hal itu, Presiden AS Donald Trump melalui akun Truth Social menyatakan penolakannya dan menyebut proposal Iran tersebut sama sekali tidak dapat diterima.

Namun, pihak Teheran merespons dingin penolakan tersebut. Melalui laporan kantor berita Tasnim, Iran menganggap pernyataan Trump tidak relevan dan tidak memiliki arti penting dalam upaya diplomasi yang tengah berjalan.

 

BACA JUGA:  Daftar Negara Siap Bantu AS-Israel Perangi Iran, Ada Arab Saudi