INDORAYATODAY.COM – Drama luar biasa menyelimuti panggung tertinggi sepak bola Britania Raya. Arsenal akhirnya resmi menasbihkan diri sebagai juara Liga Inggris musim ini, setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, secara mengejutkan ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth di Stadion Vitality, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB.
Keberhasilan luar biasa ini sekaligus menyudahi kutukan dan penantian panjang Meriam London selama 22 tahun lamanya. Skuad asuhan Mikel Arteta sukses mengulang sejarah manis yang terakhir kali dirasakan klub pada musim legendaris tahun 2004 silam.
Raihan trofi musim ini menjadi gelar juara Liga Inggris ke-14 sepanjang sejarah bagi Arsenal, sekaligus menjadi trofi keempat mereka selama kompetisi memasuki era Premier League.
Langkah Manchester City untuk menjegal pesta juara Arsenal sejatinya langsung buyar sejak menit awal. Berambisi meraih poin penuh, City justru dikejutkan oleh lini pertahanan kokoh Bournemouth yang dikawal kiper Djordje Petrovic.
City sempat memberikan ancaman pertama melalui tendangan keras Jeremy Doku, namun bola masih bisa dihalau dengan gemilang. Gol sayap City, Antoine Semenyo, bahkan harus dianulir oleh wasit karena kedapatan berada dalam posisi offside. Tak berselang lama, upaya dari Abdukodir Khusanov pun gagal menemui sasaran.
Petaka bagi City akhirnya benar-benar datang pada menit ke-38. Melalui sebuah skema serangan balik cepat, Bournemouth justru berhasil unggul lebih dulu berkat gol yang dicetak oleh Eli Junior Kroupi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Manchester City langsung mengambil inisiatif menyerang total demi mengejar ketertinggalan. Peluang emas sempat lahir melalui tembakan Nico O’Reilly, namun kembali digagalkan oleh penampilan apik Petrovic di bawah mistar gawang.
Di sisi lain, Bournemouth sesekali melancarkan serangan balik mematikan. Beruntung bagi City, kiper Gianluigi Donnarumma tampil cekatan mementahkan tendangan David Brooks. Brooks bahkan hampir menggandakan keunggulan Bournemouth jika saja tendangan keduanya tidak membentur tiang gawang.
Memasuki masa injury time, City akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol telat Erling Haaland pada menit ke-90+5. Sayangnya, gol tersebut sudah tidak berarti lagi untuk menyelamatkan nasib City dalam perebutan takhta juara.
Dengan hasil imbang ini, Manchester City tertahan di peringkat kedua klasemen dengan raihan 78 poin dari 37 laga. Terpaut empat poin dari Arsenal di puncak klasemen, perolehan poin Meriam London dipastikan sudah tidak mungkin lagi terkejar di sisa kompetisi. Sementara itu, Bournemouth berada di peringkat keenam dengan koleksi 58 poin.

Tinggalkan Balasan