INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Aktivitas pertanian dan perikanan terus dikembangkan warga RW 06 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Bersama kader PKK, warga memanfaatkan lahan lingkungan untuk menanam berbagai jenis sayuran hingga budidaya lele sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan.

Ketua RW 06 Sukatani, Hamzah, mengatakan kegiatan panen dilakukan hampir setiap hari untuk sejumlah tanaman cepat panen seperti bayam dan kangkung.

“Aktivitas hari ini kita panen beberapa jenis sayuran, salah satunya kangkung, lokbak, bayam, cabai, termasuk lele yang dikelola ibu-ibu kader PKK RW 06,” ujar Hamzah.

Selain sayuran, warga juga mengembangkan berbagai tanaman lain seperti talas, cesim, dan pokcoy. Sementara sektor perikanan difokuskan pada budidaya ikan lele.

Menurut Hamzah, keterlibatan kader PKK menjadi salah satu faktor yang membuat pengelolaan pertanian lingkungan di wilayahnya terus berjalan aktif.

“Alhamdulillah ibu-ibu kita aktif untuk mengelola pertanian dan perikanan di sini. Ini juga untuk membantu program Pemerintah Kota Depok dalam ketahanan pangan,” katanya.

Ia menjelaskan, program pertanian lingkungan tersebut telah berjalan sekitar lima bulan. Dalam periode itu, hasil panen sayuran dilakukan secara bertahap sehingga panen bisa berlangsung hampir setiap hari.

“Kalau bayam dan kangkung hampir setiap hari ada panen karena bertahap. Tidak sampai 20 hari sudah bisa dipanen,” ucapnya.

Sementara untuk budidaya lele, masa panen berlangsung lebih lama, yakni sekitar dua bulan.

Selain mengembangkan pertanian dan perikanan, warga RW 06 Sukatani juga mengelola pupuk organik dari limbah industri. Limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan maggot dan kebutuhan pertanian di lingkungan sekitar.

Hamzah mengatakan bahan baku pupuk organik berasal dari limbah sejumlah pelaku usaha, salah satunya jaringan ritel swalayan.

BACA JUGA:  Warga Depok Wajib Tahu! Ini Makna Pasar Penghabisan di Lebaran Depok

“Itu dari limbah yang kita ambil dari pengusaha-pengusaha industri, salah satunya Super Indo. Limbahnya kita kelola untuk pakan maggot dan juga pertanian,” jelasnya.

Hasil panen yang diperoleh warga sebagian dijual kembali untuk mendukung keberlangsungan program pertanian tersebut. Dana hasil penjualan digunakan untuk membeli bibit baru agar pengelolaan pertanian dapat terus berjalan.

“Tetap kita jual, tapi nilainya tidak besar karena untuk beli bibit lagi dan perputaran,” kata Hamzah.

Pengelolaan pertanian, budidaya lele, hingga pupuk organik di RW 06 Sukatani menjadi bagian dari upaya warga memperkuat ketahanan pangan berbasis lingkungan. Keterlibatan aktif kader PKK juga dinilai berperan dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. (TAUFIK)