INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Fase puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai memasuki tahap akhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini mematangkan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air yang dijadwalkan dimulai pada 1 Juni 2026.

Pemulangan jemaah akan dilakukan dalam dua gelombang melalui Bandara Jeddah dan Madinah.

Irjen Kementerian Haji dan Umrah RI Dendi Suryadi mengatakan gelombang pertama pemulangan akan berlangsung melalui Jeddah pada 1 hingga 15 Juni 2026.

Sementara jemaah pada gelombang kedua dijadwalkan pulang melalui Madinah mulai 7 hingga 30 Juni 2026.

Menurut Dendi, sistem pemulangan dilakukan berdasarkan urutan jadwal keberangkatan awal dari Indonesia.

“Kloter pertama dari Tanah Air itu berangkat tanggal 22 April 2026. Idealnya mereka menjadi rombongan pertama yang pulang tanggal 1 Juni,” ujar Dendi saat ditemui tim Media Center Haji di Mina, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan jadwal pemulangan menjadi dasar penting dalam pengaturan seluruh kebutuhan operasional haji, mulai dari kesiapan hotel, armada bus menuju bandara, hingga slot penerbangan.

Meski demikian, Dendi menyebut penyesuaian jadwal tetap dimungkinkan di lapangan, namun diperkirakan tidak lebih dari 20 persen.

“Berawal dari jadwal itulah nanti kloter menyiapkan diri, termasuk jemaah yang belum tawaf wada dan jemaah sakit di rumah sakit,” katanya.

Pada tahap awal pemulangan, terdapat enam kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan lebih dulu kembali ke Indonesia.

Kloter tersebut terdiri dari BTH 1 dengan 445 jemaah, SUB 1 sebanyak 380 jemaah, UPG 1 sebanyak 393 jemaah, SUB 2 sebanyak 380 jemaah, LOP 1 sebanyak 393 jemaah, serta SUB 3 sebanyak 380 jemaah.

Menjelang kepulangan, jemaah juga diminta mulai mempersiapkan barang bawaan dan memperhatikan aturan penerbangan.

BACA JUGA:  Ketua MPR Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Pengasingan Soekarno-Hatta di Rengasdengklok

Dendi mengingatkan agar koper tidak melebihi batas maksimal dan melarang air zamzam dimasukkan ke dalam koper demi memperlancar proses pemeriksaan di bandara.

“Koper tidak boleh berlebihan. Packing harus bagus supaya tidak dibongkar-bongkar lagi,” tegasnya.

PPIH Arab Saudi mulai mematangkan proses pemulangan jemaah haji Indonesia dengan skema dua gelombang keberangkatan sebagai bagian dari tahapan akhir operasional haji 2026.