INDORAYATODAY.COM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah gentar dalam mempertahankan hak-haknya yang sah. Kendati demikian, ia menekankan bahwa jalur dialog dan diplomasi tetap menjadi prioritas utama demi melindungi kepentingan nasional.

Dalam rapat kabinet yang digelar di Teheran, Minggu (21/6/2026), Pezeshkian menyatakan jika seluruh hak Iran dapat diperoleh secara adil lewat meja perundingan, maka konfrontasi fisik atau peperangan tidak perlu lagi dilanjutkan.

“Jika Iran bisa memperoleh hak-haknya melalui dialog dan diplomasi, tidak ada alasan bagi negara ini untuk terus berperang,” ujar Pezeshkian tegas.

Pernyataan ini mencuat di tengah momentum krusial, di mana Iran saat ini sedang terlibat dalam perundingan intensif dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss. Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar tersebut berjalan dalam kerangka waktu 60 hari demi mencapai kesepakatan final yang komprehensif.

Pezeshkian juga menyoroti bahwa persatuan dan solidaritas nasional saat ini merupakan capaian terbesar sekaligus benteng terkuat Iran, terutama setelah menghadapi berbagai tekanan dan agresi dari AS serta Israel.

Menurutnya, koordinasi erat antarlembaga negara yang terjadi belakangan ini sangat luar biasa dan berada di tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia meminta fondasi solid ini harus terus dipertahankan dan diperkuat ke depannya.

Terkait arah diplomasi di Swiss, Pezeshkian memastikan bahwa seluruh proses perkembangan perundingan telah dipaparkan secara transparan kepada Pemimpin Agung Revolusi Islam Iran. Selain itu, jajaran anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi juga telah memberikan masukan serta pandangan strategis mereka.

“Perkembangan besar dan luar biasa yang kita saksikan saat ini adalah hasil koordinasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta solidaritas di antara bidang politik, eksekutif, militer, keamanan, dan yudisial negara,” pungkas Pezeshkian.

BACA JUGA:  Ancaman Deepfake AI, Bayang-bayang Perang Nuklir di Depan Mata