INDORAYATODAY.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan Presiden Prabowo Subianto bakal merombak total pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Langkah ini diambil setelah pemerintah mengendus adanya tindakan di luar desain awal anggaran yang disepakati.
Hal tersebut diungkapkan Purbaya dalam wawancara di kanal YouTube bersama Denny Sumargo yang diunggah pada Kamis (2/7/2026).
“Terus yang koperasi (Merah Putih) mungkin juga sebentar lagi akan diobrak-abrik oleh Bapak Presiden,” ujar Purbaya.
Purbaya menjelaskan, pemerintah awalnya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 240 triliun untuk membangun 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Dana yang bersumber dari pemotongan Rp 40 triliun dari total Rp 60 triliun dana desa per tahunnya ini direncanakan dicicil selama enam tahun.
“Saya bayar Rp 40 triliun setiap tahun. Desain awal seperti itu,” jelasnya.
Namun dalam perjalanannya, Menkeu menyebut ada oknum yang melompat sepihak di luar rancangan awal tanpa sepengetahuan Presiden maupun Kementerian Keuangan.
“Ada beberapa orang yang over kreatif. Bikin ini, bikin itu, bikin ini, yang sebetulnya enggak pernah diketahui Bapak Presiden, paling enggak saya. Itu akan dikendalikan,” tegas Purbaya.
Imbas dari perubahan strategi dan evaluasi ini, pemerintah memutuskan untuk memangkas target operasional Kopdes Merah Putih tahun ini. Target yang semula dipatok 80.000 unit, kini diturunkan menjadi 40.000 unit koperasi.
Selain masalah internal anggaran, program andalan ini belakangan juga menuai kritik tajam dari warganet di media sosial. Banyak netizen menyoroti lokasi pembangunan gedung koperasi yang dinilai tidak strategis dan jauh dari permukiman warga.
Menanggapi kritik tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengeklaim bahwa jumlah titik yang bermasalah sangat kecil jika dibandingkan dengan total proyek yang berjalan nasional.
“Jumlahnya saya sudah hitung, kurang dari 10 (titik) dari yang sering kita baca di media sosial,” ujar Ferry dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan.
Ferry menegaskan, penentuan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih sama sekali tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah pusat, melainkan melalui proses musyawarah panjang yang melibatkan masyarakat serta kepala desa setempat.

Tinggalkan Balasan