DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani infrastruktur jalan.

Perbaikan akses utama dan area keluar-masuk Terminal Stasiun Depok Baru di samping ITC Depok, Jalan Margonda Raya, telah rampung dikerjakan.

Pekerjaan diselesaikan pada Sabtu malam (11/7/2026), sehingga akses jalan kini kembali nyaman dilintasi masyarakat.

Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan perbaikan dilakukan melalui pengaspalan hotmix pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Terutama pada ruas jalan yang berlubang dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Pekerjaan perbaikan sudah selesai kami lakukan tadi malam. Alhamdulillah, akses jalan kini kembali lebih nyaman digunakan masyarakat,” ujar Yodi, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, seluruh pekerjaan dikerjakan oleh Satgas DPUPR Kota Depok.

Pelaksanaan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas kendaraan maupun angkutan umum di kawasan terminal.

Menurut Yodi, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen DPUPR dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang cepat dan tepat kepada masyarakat.

“Kami memilih pekerjaan malam hari agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Semoga hasil perbaikan ini dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Sebelumnya, DPUPR Kota Depok menerima laporan masyarakat terkait kondisi akses utama dan jalur keluar-masuk Terminal Depok yang mengalami kerusakan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, DPUPR langsung melakukan survei lapangan, menyiapkan material, alat berat, hingga menerjunkan Satgas untuk mempercepat proses perbaikan.

Kini, akses menuju Terminal Stasiun Depok Baru kembali mulus dan lebih nyaman dilalui kendaraan maupun angkutan umum.

DPUPR Kota Depok memastikan pemeliharaan infrastruktur jalan akan terus dilakukan secara bertahap sebagai upaya menghadirkan jalan yang aman, nyaman, dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Depok.

BACA JUGA:  Target Tiga Tahun, Pemkab Bogor Kejar Perbaikan 14 Ribu Rumah Tidak Layak Huni