INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Memperingati Hari Koperasi ke-79, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap membuka ruang kritik dari masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah tidak diwujudkan melalui sikap saling menyindir atau tindakan yang dapat memicu perpecahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai kritik merupakan bagian penting dalam proses pemerintahan karena berfungsi sebagai bentuk koreksi dan pengingat agar pemerintah tetap berada di jalur yang benar.

Meski demikian, ia mengimbau pihak yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk tidak sekadar melontarkan sindiran tanpa memberikan kontribusi.

“Jangan bisanya nyinyir, ya kan. Kalau lu enggak setuju, lu enggak mau bekerja, lu duduk saja, lihat baik-baik gitu loh. Tapi kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus, itu artinya koreksi, waspada. Kita kritik, kita mau terima kritik,” ujar Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi. Menurutnya, setiap kontestasi politik pasti melahirkan pihak yang menang maupun kalah sehingga seluruh pihak perlu menghormati hasil yang telah ditetapkan.

Prabowo mengingatkan agar pihak yang tidak memenangkan kontestasi politik tidak merespons hasil pemilihan dengan tindakan yang mengarah pada kekerasan atau anarkisme.

“Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar itu bangsa apa itu,” katanya.

Ia kemudian menyinggung pengalaman pribadinya saat beberapa kali tidak berhasil memenangkan pemilihan presiden. Menurut Prabowo, kekalahan tidak pernah direspons dengan mengerahkan pendukung untuk melakukan aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan.

Sebaliknya, ia mengaku tetap menghormati proses demokrasi dengan menghadiri pelantikan presiden terpilih dan memberikan ucapan selamat kepada rival politiknya.

BACA JUGA:  Prabowo Perintahkan Hasan Nasbi Lanjut Pimpin PCO

“Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat. Bersaing itu baik, pertandingan itu baik, iya kan,” ucapnya.

Prabowo menilai kompetisi politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Namun, setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, seluruh elemen bangsa perlu kembali bersatu dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat.

“Buktikanlah bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia saudara-saudara,” tutupnya.