INDORAYATODAY.COM – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026 semakin berkualitas.

Hal ini ditunjukkan oleh penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran secara signifikan.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Qodari dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 berkurang sekitar 430 ribu orang menjadi 22,93 juta jiwa. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sukses ditekan ke angka 4,68 persen.

Qodari menjelaskan, penopang utama pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ini berasal dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,06 persen serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang melesat 6,87 persen.

Daya beli masyarakat dinilai tetap terjaga berkat kebijakan pemerintah mempertahankkan harga BBM bersubsidi dan merealisasikan berbagai program prioritas. Dari sisi investasi, pemerintah juga aktif menuntaskan hambatan modal melalui Satuan Tugas Debottlenecking.

Guna menjaga momentum pertumbuhan pada semester II 2026, pemerintah telah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi senilai Rp26,34 triliun. Anggaran ini mencakup bantuan pangan untuk 33,4 juta penerima manfaat, insentif tarif transportasi, serta program magang nasional dan pelatihan vokasi.

ke depan, fokus pemerintah tertuju pada penguatan sektor produktif melalui hilirisasi industri, ketahanan pangan, transformasi digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA:  Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, BPS Depok Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat