AKURAT JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menyerukan Pemerintah Indonesia segera merumuskan dan menerapkan mitigasi darurat yang terstruktur bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Seruan ini muncul menyusul tragedi kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong, yang menewaskan ratusan orang, termasuk beberapa Warga Negara Indonesia (WNI).

Muzani menyatakan duka cita mendalam atas wafatnya para pekerja migran tersebut. “Tentu saja ini sebuah keadaan yang memprihatinkan. Kita semua ikut berbela sungkawa atas wafatnya sejumlah tenaga kerja kita di Hong Kong,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).

Lebih lanjut, Muzani memandang insiden tragis ini sebagai pengingat genting mengenai risiko bencana yang tinggi bagi PMI di kota-kota megapolitan bertingkat, terutama mereka yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Dalam apartemen yang tingkatannya cukup tinggi itu risikonya ada kemungkinan terjadi kebakaran seperti yang kemarin ini terjadi, tapi ada juga resiko gempa,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk segera menjawab pertanyaan fundamental: apa yang harus dilakukan para pekerja untuk menyelamatkan diri jika insiden seperti kebakaran atau gempa kembali terjadi?

“Mitigasi itu harus mulai difikirkan sebagai sebuah cara untuk menyelamatkan, untuk meminimalkan korban manusia,” tegas Muzani, menyerukan tindakan cepat untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa di masa depan.

Sementara itu, proses penanganan korban di Hong Kong terus berlanjut di tengah suasana berkabung. Otoritas setempat melaporkan jumlah korban tewas akibat kebakaran di Wang Fuk Court telah mencapai 146 orang hingga Minggu (30/11), menjadikannya tragedi paling mematikan dalam sejarah modern kota tersebut.

Pihak berwenang mencatat, sekitar 79 orang mengalami luka, termasuk 12 petugas pemadam kebakaran. Upaya pencarian dan identifikasi masih berlangsung intensif, di mana dilaporkan sekitar 40 orang masih tercatat hilang dan jumlah korban jiwa berpotensi bertambah.

BACA JUGA:  Terkait Gelar Pahlawan Soeharto, Begini Kata Ketua MPR Ahmad Muzani