INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan penyaluran bantuan dan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan cepat dan terukur. Hingga akhir Desember 2025, nilai bantuan tanggap darurat yang telah disalurkan tercatat menembus Rp100,4 miliar.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan, total bantuan penanganan tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera yang telah tersalurkan mencapai Rp100.484.346.880. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan dan logistik dasar bagi masyarakat terdampak.

“Total nilai bantuan penanganan tanggap darurat bencana Sumatera yang sudah tersalur sebanyak Rp100.484.346.880 berupa lauk-pauk, family kit, kids wear, serta bahan makanan untuk 42 dapur umum,” ujar Agus Jabo dalam keterangan yang dilansir INDORAYATODAY, Selasa (30/12/2025).

Rincian bantuan tersebut meliputi Rp43.606.958.300 untuk Provinsi Aceh, Rp37.458.792.000 untuk Provinsi Sumatera Utara, dan Rp19.418.596.580 untuk Provinsi Sumatera Barat. Selain bantuan logistik, pemerintah juga telah menyalurkan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per orang kepada 86 ahli waris, dengan total nilai Rp1.290.000.000.

Agus menegaskan, pencairan santunan dilakukan setelah data korban diverifikasi oleh pemerintah daerah dan BNPB.
“Setiap data yang telah diverifikasi oleh bupati, wali kota, dan BNPB, segera kami tindak lanjuti dengan proses pencairan,” katanya.

Selain bantuan tanggap darurat, pemerintah juga menyiapkan paket bantuan pascabencana. Bantuan tersebut meliputi bantuan tunai Rp3.000.000 per keluarga untuk kebutuhan perabotan rumah tangga bagi penerima hunian sementara maupun hunian tetap, tambahan bantuan lauk-pauk Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan, serta bantuan pemberdayaan ekonomi pascabencana senilai Rp5.000.000 per keluarga berdasarkan hasil asesmen.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa distribusi logistik selama satu bulan terakhir telah mencapai 1.526 ton dengan tingkat distribusi mencapai 97 persen.

BACA JUGA:  Mensesneg: Penyusunan RUU KUHAP Dilakukan Partisipatif, Libatkan Kelompok Rentan

Di Aceh, laju distribusi logistik di Posko Iskandar Muda tercatat 80,93 persen. Di Sumatera Utara, distribusi logistik di Posko Silangit mencapai 98,2 persen dan di Posko Kualanamu 72,4 persen. Adapun di Sumatera Barat, distribusi logistik mencapai 93,5 persen.

“SOP kami jelas, tidak ada barang yang datang dan tinggal lebih dari 2×24 jam. Semua langsung terdistribusi, dan laju distribusi di setiap posko di atas 80 persen,” tegas Abdul.

BNPB juga memastikan penyaluran dana tunggu hunian berjalan dengan mekanisme jemput bola. Sebanyak 16.264 kepala keluarga telah terdata secara by name by address dan tervalidasi dengan data kependudukan Kementerian Dalam Negeri.

“Dana Rp600.000 per KK per bulan akan disalurkan melalui bank-bank Himbara dengan mekanisme jemput bola, sehingga masyarakat tidak perlu antre di bank,” jelas Abdul.

Pemerintah menegaskan komitmennya dalam penanganan bencana Sumatera melalui penyaluran bantuan yang cepat, terukur, dan berbasis data. Dengan distribusi logistik yang mencapai 97 persen serta skema bantuan pascabencana yang telah disiapkan, pemerintah berharap pemulihan kehidupan masyarakat terdampak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. ***