INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Aksi pencurian sepeda motor dengan modus tabrak lari terjadi di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok. Pelaku berpura-pura menuduh korban melakukan tabrak lari untuk mengelabui korban dan berupaya membawa kabur sepeda motor miliknya.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah mengantar temannya yang baru pulang bermain sepak bola. Dalam perjalanan pulang, korban diberhentikan oleh pelaku yang mengaku bahwa korban baru saja menabrak adik pelaku.

Dengan dalih tersebut, pelaku meminta korban ikut ke lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara tabrak lari. Namun, saat korban mengikuti arahan pelaku, pelaku justru mencoba mengambil sepeda motor korban.

Korban yang mulai menyadari adanya kejanggalan kemudian melakukan perlawanan. Aksi tarik-menarik sepeda motor antara korban dan pelaku pun terjadi di lokasi kejadian dan menarik perhatian warga sekitar.

Warga yang melihat kejadian tersebut segera membantu korban. Salah satu pelaku berhasil diamankan oleh warga, sementara satu pelaku lainnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Pelaku yang tertangkap kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, membenarkan adanya peristiwa pencurian sepeda motor dengan modus tabrak lari tersebut. Ia menyampaikan bahwa aksi itu dilakukan oleh dua orang pelaku.

“Satu pelaku berinisial RE sudah diamankan dan ditahan di Polres,” kata Made Budi, Selasa (6/1/2026).

Sementara itu, satu pelaku lain berinisial U berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Polisi memastikan akan terus melakukan pengembangan kasus untuk menangkap pelaku yang buron.

“Modusnya berpura-pura menjadi korban tabrak lari,” ujarnya.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, termasuk pencurian dengan modus tabrak lari. Jika membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan kejadian mencurigakan, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat kepolisian melalui call center 110. ***

BACA JUGA:  Setahun Kepemimpinan, Kepuasan Publik terhadap Bupati Bogor Capai 80,3 Persen