INDORAYATODAY.COM, BOGOR – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas aksi teror yang menimpa sejumlah aktivis dan konten kreator yang menyampaikan kritik kepada pemerintah. Ia menegaskan praktik tersebut tidak dapat dibenarkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo Hadi saat ditemui di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (06/01/2025). Ia menyebut pemerintah menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Kita minta semua dilakukan investigasi ya,” kata Prasetyo.

Ia mengaku menyayangkan masih terjadinya aksi teror di tengah iklim demokrasi saat ini. Menurutnya, perbedaan pandangan dan kritik seharusnya dapat disampaikan dengan cara yang baik dan beradab.

“Artinya kalau ada sesuatu ya mungkin disampaikan dengan baik ya. Tidak ada masalah juga. Masa hari begini masih ada begitu-begitu,” ujarnya.

Meski demikian, Prasetyo menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak. Ia meminta agar penyampaian pendapat dilakukan melalui jalur komunikasi yang telah tersedia.

“Kalaupun ada kekurangan atau ada kritik, ada masukan, mohon disampaikan dengan jalur-jalur yang selama ini sudah juga kita bangun komunikasinya,” kata Prasetyo.

Sejumlah aktivis dan influencer dilaporkan menjadi korban teror dalam beberapa waktu terakhir. Mereka antara lain Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, konten kreator DJ Donny atau Ramond Dony Adam, Sherly Annavita, serta Yama Carlos.

Bentuk teror yang dialami beragam, mulai dari kiriman bangkai ayam, lemparan telur busuk, vandalisme kendaraan, ancaman digital, hingga pelemparan bom molotov.

Dj Donny pertama kali menerima teror pada Senin (29/12/2025) berupa paket berisi bangkai ayam dengan kepala terpotong disertai surat ancaman. Dua hari kemudian, Rabu (31/12/2025) dini hari, rumahnya menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh dua pelaku tak dikenal yang terekam kamera CCTV. Bom tersebut mengenai kap mobil namun gagal meledak, dan kejadian itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulut-Malut, Satu Warga Meninggal Ratusan Bangunan Rusak

Sementara itu, Iqbal Damanik menerima kiriman bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025) pagi. Greenpeace Indonesia mengonfirmasi kejadian tersebut melalui pernyataan resmi di akun Instagram @greenpeaceid.

Sherly Annavita juga melaporkan aksi teror berupa lemparan telur busuk, coretan pada kendaraan, serta surat ancaman bernada intimidatif.

Pemerintah menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi dan teror tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi. Prasetyo Hadi menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tuntas agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia kembali menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab, sementara tindakan teror harus diproses sesuai hukum yang berlaku. ***