DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat upaya pengurangan sampah di tingkat kawasan. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Jalan Jawa, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, yang ditargetkan mampu memangkas timbulan sampah hingga 15 ton per hari.
Optimalisasi TPS 3R tersebut merupakan bagian dari strategi Pemkot Depok untuk menekan beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung yang saat ini kondisinya kian terbatas. Penguatan pengolahan sampah di hulu dinilai menjadi langkah krusial dalam menjawab persoalan sampah perkotaan.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemkot Depok dan Yayasan WWF Indonesia dalam kerangka program Plastic Smart Cities. Dukungan pendanaan berasal dari hibah WWF Indonesia yang diwujudkan dalam penyediaan sarana prasarana serta perbaikan fasilitas TPS 3R Jalan Jawa.
TPS 3R Jalan Jawa sendiri telah beroperasi sejak 2009 dan sebelumnya hanya mampu mengolah sampah organik hasil pemilahan masyarakat sekitar 1 hingga 1,5 ton per hari menjadi pupuk kompos. Setelah dilakukan optimalisasi, kapasitas pengolahan ditargetkan meningkat signifikan hingga mencapai 10-15 ton sampah per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman, menyebutkan bahwa optimalisasi ini merupakan langkah konkret Pemkot Depok dalam menghadapi persoalan darurat sampah.
“Program ini diharapkan dapat berjalan efektif untuk mengurangi timbulan sampah, khususnya dari wilayah Kelurahan Beji,” ujar Abdul Rahman, Jumat (9/10/2026).
Dalam pengembangannya, TPS 3R Jalan Jawa akan menggunakan metode Refuse Derived Fuel (RDF) dengan dukungan mesin pengolahan ramah lingkungan. Teknologi ini memungkinkan pengolahan berbagai jenis sampah, termasuk residu yang selama ini sulit ditangani dalam sistem pengelolaan sampah daerah.
“Hasil RDF nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi industri semen maupun industri lain yang membutuhkan, dengan proses yang lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Abdul Rahman menegaskan, optimalisasi TPS 3R tidak akan berjalan maksimal tanpa peran aktif masyarakat. Pemkot Depok mendorong warga untuk terus melakukan pemilahan sampah dari sumbernya sebagai bagian dari solusi bersama.
“Kondisi TPA Cipayung saat ini sudah sangat overload. Jika jumlah sampah terus bertambah, dikhawatirkan tidak akan mampu lagi menampung sampah Kota Depok. Upaya kecil seperti pemilahan, pengolahan organik, dan daur ulang sangat berarti untuk pengurangan sampah,” tegasnya.
Proses pekerjaan optimalisasi TPS 3R Jalan Jawa ditargetkan rampung pada Januari 2026. Setelah itu, fasilitas tersebut diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk melayani pengolahan sampah masyarakat di wilayah layanan sekitar.

Tinggalkan Balasan