INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Lebak Bulus mengenalkan dunia perbankan kepada siswa sekolah dasar melalui kegiatan edukasi literasi keuangan. Program ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman dasar transaksi perbankan dan kebiasaan menabung sejak usia dini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kunjungan siswa SD Al Azkar Islamic School Jakarta ke kantor BRI Cabang Lebak Bulus. Dalam kunjungan itu, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai produk dan layanan perbankan yang tersedia di BRI.

Pimpinan Cabang BRI Lebak Bulus, Edy Siswanto, mengatakan edukasi perbankan sejak dini penting untuk membangun kesadaran finansial anak-anak.

“Kami memperkenalkan dunia perbankan kepada siswa SD karena salah satunya untuk mengedukasi pentingnya menabung sejak kecil,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, siswa diperkenalkan langsung pada proses transaksi perbankan, mulai dari layanan teller hingga customer service (CS).

“Anak-anak diperlihatkan transaksi apa saja yang bisa dilakukan di teller dan juga customer service,” kata Edy.

Selain layanan konvensional, BRI Lebak Bulus juga memperkenalkan mesin e-channel yang digunakan dalam aktivitas perbankan. Perangkat tersebut meliputi mesin Electronic Data Capture (EDC), Anjungan Tunai Mandiri (ATM), serta Cash Recycling Machine (CRM) yang melayani transaksi tunai maupun non-tunai.

Melalui pengenalan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami perkembangan layanan perbankan digital dan kemudahan bertransaksi yang tersedia saat ini.

Kegiatan edukasi ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenal fungsi bank dalam kehidupan sehari-hari secara sederhana dan mudah dipahami.

BRI Lebak Bulus berharap kegiatan literasi keuangan ini dapat membantu membangun pemahaman anak-anak mengenai manfaat menabung dan transaksi perbankan sejak dini.

“Dengan aktivitas seperti ini, kami berharap anak-anak sudah memahami manfaat dari transaksi di bank, salah satunya menabung,” tutup Edy.

BACA JUGA:  Menkeu Pastikan PPN Jalan Tol Belum Berlaku, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat