INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Sejumlah rombongan jemaah pengajian, mayoritas ibu-ibu, memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026), untuk mengikuti Munajat Bangsa dan pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka datang dengan satu tujuan: memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan korban bencana di Sumatera.
Saroh (72), jemaah asal Bekasi, mengaku berangkat sejak dini hari bersama rombongan pengajian menggunakan bus agar dapat mengikuti seluruh rangkaian acara. Ia menyebut kegiatan munajat bersama menjadi ruang bagi jemaah untuk menyampaikan doa dan harapan, terutama bagi mereka yang terdampak bencana.
“Kita semua naik bus, berangkat dari subuh. Kita ini satu rombongan pengajian,” ujar Saroh di kawasan Masjid Istiqlal.
Menurut Saroh, ia cukup sering mengikuti kegiatan yang diselenggarakan MUI. Karena itu, saat digelar munajat bersama untuk keselamatan bangsa dan korban bencana, ia kembali hadir. Ia menilai doa bersama memiliki makna penting sebagai bentuk dukungan moral, terutama ketika masyarakat tidak bisa terjun langsung membantu di lokasi bencana.
“Doa seperti ini penting. Ada harapan, biar sukses, biar tambah meriah lagi,” katanya.
Saroh juga menyampaikan harapan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia berharap Presiden dapat menjalankan amanah dengan baik dan mampu mengayomi seluruh lapisan masyarakat.
“Buat Bapak Presiden, biar jadi amanah, biar bisa mengayomi masyarakat se-Indonesia,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Sakinah (52), jemaah asal Bekasi Utara. Ia mengaku datang sejak pagi agar dapat mengikuti doa bersama sejak awal. Kehadirannya, kata dia, merupakan wujud kepedulian terhadap sesama warga yang sedang tertimpa musibah.
“Walau tidak bisa membantu langsung di lokasi, paling tidak kita bisa mendoakan agar para korban diberi kekuatan dan situasi segera membaik,” ucap Sakinah.
Ia menilai kehadiran Presiden dalam munajat bersama memberi semangat tersendiri bagi para jemaah. Menurut dia, kehadiran kepala negara menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Tandanya Presiden juga peduli sama saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” imbuhnya.
Munajat Bangsa di Masjid Istiqlal menjadi ruang kebersamaan bagi jemaah untuk menyalurkan doa dan harapan, baik bagi korban bencana maupun bagi pemimpin bangsa. Kehadiran Presiden Prabowo dan ribuan jemaah menegaskan peran doa bersama sebagai bentuk solidaritas sosial dan dukungan moral di tengah situasi sulit yang dihadapi sebagian masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan