DEPOK, INDORAYA TODAY – Arahan Wali Kota Depok agar lurah tidak hanya bekerja dari balik meja langsung ditindaklanjuti di lapangan. Lurah Kukusan, Kecamatan Beji, Kholifah,  yang akrab disapa Olif, turun langsung melakukan patroli lingkungan dan menangani persoalan sampah di wilayahnya, Selasa (10/2/2026).

Didampingi ketua RT dan RW setempat, Olif menyisir saluran air di RT 04, RW 05 Kelurahan Kukusan, tepatnya di depan pintu masuk Universitas Indonesia. Sampah yang berserakan di pinggir jalan diangkut, sementara saluran air yang mampet langsung dibersihkan untuk mencegah genangan.

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Depok agar lurah aktif hadir di tengah warga. “Ini arahan Pak Wali saat apel kemarin. Lurah jangan hanya di kantor, tapi harus turun ke wilayah setiap hari untuk mengatasi persoalan warga,” ujar Olif di sela kegiatan.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan pentingnya kerja maksimal camat dan lurah dalam mewujudkan Depok yang bersih, aman, sehat, dan indah. Arahan itu disampaikan saat apel pagi di Balai Kota Depok, Senin (9/2/2026).

Supian menekankan, kebersihan kota menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Instruksi Presiden terkait pengelolaan sampah, baliho, spanduk, hingga fasilitas publik harus segera ditindaklanjuti di lapangan.

“Ini Pak Sekda segera ditindaklanjuti,” kata Supian saat memberikan arahan kepada jajaran perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Supian juga mengukuhkan Tim Manusia Unggul Depok atau Tim Maung Depok. Tim ini bertugas memantau kondisi kota sekaligus memastikan persoalan mendesak di lapangan dapat segera ditangani.

Program yang diusung Pemkot Depok, yakni ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—menjadi panduan kerja seluruh aparatur wilayah. Aspek sehat, misalnya, mencakup pengecekan got dan saluran air agar tidak tersumbat serta memastikan sampah tidak menumpuk di jalan.

BACA JUGA:  Wawalkot Bogor Jenal Mutaqin: Hak Guru Tak Boleh Lagi Telat, Tunjangan Honorer Naik Jadi Rp 400 Ribu

Supian menegaskan peran lurah dan camat sangat krusial dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mendorong pelaksanaan kerja bakti secara rutin, minimal sepekan sekali atau maksimal sebulan sekali.

“Kalau Bapak Ibu mau mengerahkan kerja bakti, rasanya kota kita akan terlihat bersih,” ujar Supian.

Ia juga membuka peluang evaluasi tunjangan camat dan lurah agar kinerja mereka semakin optimal. Namun, Supian menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan tidak bisa dilakukan dari balik meja.

“Ini masalah kebersihan menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Gerak cepat Lurah Kukusan dinilai menjadi contoh nyata pelaksanaan arahan pimpinan daerah. Pemkot Depok berharap langkah serupa diikuti seluruh lurah dan camat demi mewujudkan Depok sebagai kota yang ASRI dan nyaman bagi warganya.