INDORAYATODAY.COM, ACEH – Sedekah sapi dari Presiden RI Prabowo Subianto membantu masyarakat Aceh tetap menjalankan tradisi Meugang menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Bantuan tersebut dirasakan warga, khususnya di Desa Geudumbak, Aceh Utara, yang masih dalam masa pemulihan pascabencana pada November 2025.
Seorang warga Desa Geudumbak menyebut bantuan tersebut menguatkan masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.
“Sedekah dari Presiden Prabowo sangat menyenangkan hati karena kami sedang dalam keadaan musibah. Hari Meugang kami sangat meriah seperti dulu,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Sapi bantuan disalurkan melalui relawan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) dan kelompok relawan lainnya. Hewan tersebut kemudian disembelih dan dimasak menjadi Kuah Beulangong, gulai tradisional khas Aceh yang menjadi hidangan utama dalam tradisi Meugang.
Proses memasak dilakukan secara gotong royong menggunakan wajan besar dan kayu bakar. Warga juga menyiapkan nasi dalam jumlah besar untuk disantap bersama.
Warga mengaku antusias menyambut Meugang meski masih dalam suasana pemulihan bencana. Tradisi makan bersama dinilai memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Orang Aceh bilang ini Kuah Beulangong. Itu sudah puas sekali karena ini tradisi yang paling diutamakan,” kata warga.
Selain bantuan langsung berupa sapi, pemerintah juga menyalurkan bantuan kemasyarakatan senilai Rp72,5 miliar untuk penyediaan sapi Meugang bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Sebanyak 1.455 sapi diserahkan secara simbolis kepada 19 pemerintah kabupaten/kota pada 10 Februari 2026 oleh Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.
Bantuan sapi dari Presiden Prabowo memungkinkan masyarakat Aceh tetap menjalankan tradisi Meugang di tengah masa pemulihan bencana. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan warga dalam menyambut Ramadhan.

Tinggalkan Balasan