DEPOK, INDORAYA TODAY – Setahun sudah kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah berjalan sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam kurun waktu tersebut, Pemerintah Kota Depok mengklaim telah merealisasikan berbagai program prioritas di sejumlah sektor strategis.

Supian Suri menegaskan, tahun pertama pemerintahannya difokuskan untuk meletakkan fondasi perubahan melalui program yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur menjadi perhatian utama.

“Satu tahun sudah saya dan Bang Chandra mendapatkan amanah luar biasa untuk memimpin Kota Depok. Setiap hari adalah perjalanan untuk mendengar, merasakan, dan bekerja demi membawa perubahan yang benar-benar menyentuh kehidupan warga,” kata Supian dikutip dari akun Instagram pribadinya, @bangsupians, Sabtu (21/2/2026).

Di bidang pendidikan, Pemkot Depok menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah. Beberapa proyek di antaranya pembangunan SMPN 3 Depok, SMPN 25 Bedahan, SD Kedaung, dan Madrasah Negeri Pancoran Mas dengan total anggaran lebih dari Rp 61,3 miliar.

Selain itu, pada 2026 direncanakan pembangunan gedung SDN Cinere 1 serta lanjutan perencanaan SDN Kalimulya 4. Program perbaikan toilet sekolah juga terus berjalan, menyasar puluhan SD dan SMP guna meningkatkan kenyamanan lingkungan belajar.

Pemkot Depok juga menggulirkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) SMP/MTs di 47 sekolah mulai tahun ajaran 2025/2026. Program ini akan diperluas ke jenjang PAUD di 33 sekolah pada tahun ajaran berikutnya.

Tak hanya itu, pemerintah menyiapkan bimbingan belajar masuk perguruan tinggi bagi 10.000 lulusan SMA/sederajat secara bertahap serta beasiswa kuliah gratis bagi 1.000 mahasiswa yang mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027.

Di sektor kesehatan, Pemkot Depok mengalokasikan sekitar Rp 103 miliar untuk jaminan kesehatan PBI pada 2026. Layanan pendaftaran dan pemeriksaan calon pengantin gratis di puskesmas juga menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Supian Suri Minta Dishub Bentuk Tim Khusus Tangani Keluhan Warga

Sementara pada sektor sosial dan pemberdayaan masyarakat, pemerintah membangun Rumah Kreatif Anak Istimewa serta menaikkan insentif RT dan RW masing-masing Rp 25.000 per bulan. Insentif guru ngaji dan pendidikan rohani bagi 630 orang juga diberikan sebesar Rp 400.000 per orang per bulan.

Untuk infrastruktur dan fasilitas umum, tiga stadion, Merpati, Mahakam, dan Sukatani Cimanggis, masuk agenda renovasi. Pemkot juga menata Depok Open Space (DOS) dengan penambahan akses masuk, jogging track 400 meter, serta peningkatan fasilitas olahraga.

Upaya penanganan banjir dilakukan melalui program pengelolaan sumber daya air senilai Rp 81 miliar dan pengembangan sistem drainase Rp 92,8 miliar pada 2025. Tahun ini, penataan drainase difokuskan di Jalan Margonda, Jalan Raya Sawangan, dan Cimanggis Boulevard.

Di sektor transportasi dan jalan, Pemkot menyiapkan pembebasan lahan Underpass Citayam, pembangunan Flyover Margonda, hingga pengembangan jalan Engram-Pemuda. Program Buy The Service (BTS) Teman Bus TransDepok senilai Rp 20 miliar juga disiapkan untuk memperkuat angkutan publik.

Meski berbagai program telah berjalan, Supian menegaskan pekerjaan rumah masih banyak. Ia menekankan pentingnya kolaborasi agar target “Depok Maju” dapat terwujud secara bertahap.

“Kami sadar masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Namun, dengan semangat kolaborasi dan dukungan seluruh masyarakat, kita optimistis bisa mewujudkan Depok yang lebih maju,” ujar Supian.