INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan enam ruas jalan tol baru akan dibuka secara fungsional selama arus Mudik Lebaran 2026. Total panjang jalur mencapai 198 kilometer dan dapat dilalui pemudik tanpa tarif sebagai langkah mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik krusial.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A Purwantono mengatakan pengoperasian tol fungsional menjadi strategi distribusi arus kendaraan, terutama di simpul kemacetan.

“Pengoperasian fungsional merupakan strategi kunci untuk mendistribusikan lalu lintas pada titik pertemuan arus kendaraan yang kerap menjadi sumber kepadatan,” ujarnya.

Dari enam ruas yang dibuka, empat berada di Pulau Jawa dengan total panjang 121,64 kilometer. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer yang mencakup Segmen Setu–Sukaragam, Sukaragam–Bojongmangu, hingga Bojongmangu–Sadang.

Ruas tersebut diproyeksikan menjadi jalur alternatif untuk memecah kepadatan di Tol Jakarta–Cikampek eksisting. Selain itu, Tol Yogyakarta–Bawen Segmen Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer serta Tol Jogja–Solo Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,23 kilometer juga akan difungsionalkan.

Di Jawa Timur, Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 kilometer turut dibuka untuk mendukung akses menuju Pelabuhan Ketapang.

Sementara di Pulau Sumatera, dua ruas tol yang dikelola PT Hutama Karya (Persero) akan beroperasi fungsional tanpa tarif, yakni Tol Sigli–Banda Aceh Seksi I sepanjang 23,9 kilometer dan Tol Palembang–Betung Seksi I dan II sepanjang 53,6 kilometer.

Pembukaan ruas tersebut diharapkan memangkas waktu tempuh serta meningkatkan konektivitas antarwilayah selama periode mudik.

Meski tidak dikenakan tarif, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati karena status ruas masih fungsional dan fasilitas belum sepenuhnya lengkap. Pemudik juga diminta menjaga kecepatan maksimal 60 kilometer per jam demi keselamatan.

Pembukaan enam ruas tol fungsional sepanjang 198 kilometer secara gratis menjadi langkah antisipatif menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik. Kebijakan ini diharapkan membantu mengurai kemacetan sekaligus memperlancar mobilitas pemudik di jalur Trans-Jawa dan Trans-Sumatera.

BACA JUGA:  Menlu Sugiono: Indonesia Percepat Langkah Jadi Anggota New Development Bank