INDORAYATODAY.COM – Kabar gembira datang bagi masyarakat di wilayah penyangga ibu kota. Jaringan KRL Commuter Line dipastikan bakal semakin luas dengan target perpanjangan rute dari Jakarta hingga menjangkau Cikampek dan Sukabumi pada tahun 2026.

Langkah besar ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalur kereta api serta mengurangi kepadatan beban jalan raya yang kian meningkat.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pengembangan KRL ke arah Cikampek, Sukabumi, serta optimalisasi jalur Rangkasbitung menjadi prioritas utama tahun ini.

Dalam forum ekonomi di Jakarta, Dony menginstruksikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera merampungkan elektrifikasi jalur di kota-kota besar tersebut. Menariknya, proyek raksasa ini tidak akan mengandalkan produk impor, melainkan mewajibkan penggunaan teknologi dari dalam negeri melalui sinergi antara PT KAI dan PT INKA.

Rencana ekspansi ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Stasiun Tanah Abang pada November 2025 lalu. Presiden meminta adanya percepatan pembangunan 30 titik perpanjangan rel serta pengadaan rangkaian kereta baru yang ditargetkan rampung dalam waktu maksimal satu tahun.

Kehadiran rute baru ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh para pekerja yang tinggal di wilayah luar Jakarta secara signifikan.

Guna mendukung kelancaran proyek tersebut, Danantara juga tengah fokus menyehatkan kondisi internal PT INKA sekaligus memperkuat integrasi industri baja nasional. Melalui fasilitas di Banyuwangi, kebutuhan baja untuk rangkaian kereta akan dipasok langsung oleh Krakatau Steel.

Dengan kemandirian industri ini, pembangunan kota-kota baru di sepanjang jalur kereta api diprediksi akan menjadi mesin penggerak ekonomi yang kuat bagi Indonesia di masa depan.

BACA JUGA:  Pimpin Inisiatif, Bupati Bogor Perkuat Kolaborasi Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik