INDORAYATODAY.COM – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan kesiapannya dalam mengawal tradisi mudik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat. Polri memprediksi akan terjadi empat puncak pergerakan masyarakat, baik pada periode arus mudik maupun arus balik.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Faizal, merinci bahwa puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.
“Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel dan penempatan posko secara matang,” ujar Faizal dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Faizal menegaskan, Polri telah merampungkan berbagai skema persiapan guna memastikan perjalanan masyarakat ke kampung halaman berlangsung aman, lancar, dan minim gangguan. Fokus utama petugas bukan hanya pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga antisipasi terhadap potensi kriminalitas di sepanjang jalur mudik.
Menurutnya, keberhasilan manajemen lalu lintas pada Operasi Ketupat periode 2024-2025 menjadi acuan penting. Pada periode tersebut, Polri mengklaim adanya tren positif berupa penurunan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, hingga tindak kriminalitas.
Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang signifikan, Polri telah melakukan pemetaan pada sejumlah titik rawan kemacetan dan gangguan keamanan, di antaranya:
Jalur Utama: Ruas jalan tol, rest area, jalur arteri, dan jalan nasional.. Simpul Transportasi: Pelabuhan, terminal bus, bandara, dan stasiun kereta api. Pusat Keramaian: Kawasan wisata dan tempat ibadah yang diprediksi akan dipadati masyarakat selama libur Lebaran.
“Polri berkomitmen memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar dan bebas dari gangguan keamanan lainnya,” kata Faizal menutup penjelasannya.

Tinggalkan Balasan