INDORAYATODAY.COM — Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai titik balik untuk memperkuat fondasi persaudaraan dan kerukunan bangsa. Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa nilai-nilai fitrah pasca-Ramadhan harus bermuara pada kehidupan berbangsa yang lebih kokoh, kuat, dan damai.
Menurutnya, persatuan bukan sekadar semboyan, melainkan nikmat yang harus dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Politikus asal Tegal yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ini mengajak masyarakat untuk mentransformasikan kesalehan ritual menjadi kesalehan sosial.
Muzani menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif. Ia berharap bangsa Indonesia senantiasa dijauhkan dari malapetaka dan bencana, sehingga agenda pembangunan masa depan dapat berjalan dengan lebih baik dan stabil.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad turut mengajak rakyat Indonesia menjadikan Lebaran sebagai ajang mempererat tali silaturahim sekaligus sarana perbaikan diri. Melalui keterangan resminya, Wakil Ketua DPR RI ini menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri bagi seluruh umat Islam yang merayakan, sembari mendoakan agar amal ibadah selama bulan suci diterima oleh Allah SWT.
Pada perayaan tahun ini, Dasco memberikan teladan dengan memutuskan untuk tidak menggelar acara open house di kediaman pribadinya. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi pemerintah mengenai prinsip kesederhanaan bagi para pejabat negara.
Keputusan ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo sebelumnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara telah mewanti-wanti agar jajaran pejabat negara memberikan contoh nyata kepada masyarakat dengan tidak menggelar perayaan yang berlebihan.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dampak bencana yang masih dihadapi sebagian warga, Presiden menegaskan bahwa perayaan Idul Fitri harus tetap berlangsung hangat dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat, namun tetap berlandaskan pada prinsip kesederhanaan dan empati sosial.

Tinggalkan Balasan