INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi global yang bergejolak. Pemerintah juga menegaskan akan memperketat pengawasan distribusi di lapangan.

Bahlil menegaskan bahwa praktik penimbunan maupun pembelian BBM dalam jumlah berlebihan tidak dibenarkan, terutama jika bertujuan untuk diperjualbelikan kembali.

“Jangan sampai masih ada yang mengantre di SPBU, tapi bukan untuk kebutuhan, melainkan untuk dijual kembali,” ujar Bahlil dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (28/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan menggunakan BBM sesuai kebutuhan harian.

“Kalau kebutuhan harian cukup 30 sampai 40 liter, ya gunakan secukupnya. Tidak perlu berlebihan,” katanya.

Bahlil menekankan bahwa BBM di SPBU diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat, bukan untuk kepentingan industri atau praktik spekulatif.

Untuk mencegah potensi penyalahgunaan, pemerintah akan meningkatkan pengawasan di berbagai titik distribusi energi, termasuk SPBU.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga stabilitas pasokan energi tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh pihak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bersama-sama mengawal kondisi ini,” ujarnya.

Di tengah konflik global yang memengaruhi pasar energi, pemerintah memastikan pasokan BBM nasional masih dalam kondisi aman dan belum memerlukan pembatasan.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi maupun lonjakan permintaan.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menindak praktik penimbunan BBM dan memperketat pengawasan di lapangan. Masyarakat diminta berperan aktif dengan menggunakan energi secara bijak demi menjaga stabilitas nasional. ***

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional