INDORAYATODAY.COM, CIANJUR – Seorang dokter muda berinisial AMW (26) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia dan diduga sebagai suspek campak. Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan epidemiologi oleh pemerintah.

Direktur RSUD Pagelaran Cianjur, Irvan Nur Fauzy, menjelaskan bahwa AMW merupakan peserta program internship yang baru satu bulan bertugas di rumah sakit tersebut.

“Pada Sabtu (21/3/2026), almarhum masih tugas jaga di rumah sakit, dan keesokan harinya izin istirahat karena sakit,” ujar Irvan, Sabtu (28/3/2026).

Ia menyebut, AMW sebelumnya hanya mengeluhkan tidak enak badan tanpa merinci gejala yang dialami.

Menurut Irvan, setelah izin istirahat, pihak rumah sakit tidak mengetahui perkembangan kondisi kesehatan AMW hingga akhirnya mendapat kabar bahwa yang bersangkutan dirawat di RSUD Cimacan.

“Sampai kami dapat kabar masuk IGD dan ICU RSUD Cimacan, dan pada Kamis menerima informasi meninggal dunia,” kata dia.

Terkait dugaan suspek campak, Irvan mengaku belum dapat memastikan penyebab kematian AMW karena masih menunggu hasil penyelidikan dari Kementerian Kesehatan.

“Kami belum dapat memastikan, karena pihak Kemenkes akan menggelar konferensi pers terkait hasil penyelidikan epidemiologinya,” ujarnya.

Meski demikian, pihak RSUD Pagelaran telah melakukan tracing terhadap tenaga kesehatan dan lingkungan rumah sakit.

“Hasilnya, tidak ditemukan gejala menyerupai campak pada tenaga kesehatan,” kata Irvan.

Ia juga menyebut AMW dikenal sebagai sosok yang aktif dan berdedikasi selama menjalani program internship.

Kasus meninggalnya dokter muda di Cianjur masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan memastikan penyebab pasti, sementara pihak rumah sakit telah melakukan langkah antisipatif melalui pelacakan kontak. ***

BACA JUGA:  Kemenkes dan Jepang Jalin Kerja Sama Penguatan Kompetensi Caregiver