INDORAYATODAY.COM — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3/2026).
Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan diplomatik dan kerja sama strategis antara kedua negara di kawasan Asia.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut langsung oleh PM Takaichi melalui upacara penyambutan resmi yang berlangsung khidmat. Prosesi dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebelum kedua pemimpin menuju Ruang Hagoromo-no-ma. Di sana, delegasi dari kedua negara telah bersiap menyambut kehadiran pemimpin masing-masing.
Rangkaian upacara kehormatan diisi dengan pemutaran lagu kebangsaan kedua negara, diikuti penghormatan dari pasukan militer Jepang sebagai simbol persahabatan yang erat. Presiden Prabowo dan PM Takaichi kemudian melakukan inspeksi pasukan serta memberikan penghormatan kepada bendera masing-masing negara sebagai bentuk saling menghargai kedaulatan.
Dalam pertemuan di Ruang Asahi-no-ma, PM Takaichi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Prabowo. “Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh delegasi Republik Indonesia, selamat datang di Jepang. Saya sangat bahagia dapat bertemu kembali dengan Yang Mulia,” ujar PM Takaichi dalam sambutannya.
Menanggapi sambutan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas keramahtamahan pemerintah dan rakyat Jepang. Ia juga menyinggung pertemuan hangatnya dengan Kaisar Jepang pada hari sebelumnya.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas sambutan hangat dari Pemerintah Jepang. Saya juga telah diterima dengan sangat baik oleh Sri Baginda Kaisar Naruhito kemarin,” kata Presiden Prabowo.
Pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis yang menyangkut kerja sama bilateral yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Setelah diskusi formal, kedua pemimpin dijadwalkan menyampaikan pernyataan pers bersama sebelum menutup rangkaian acara dengan jamuan makan siang resmi.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi penguatan hubungan Indonesia dan Jepang, terutama dalam menghadapi tantangan global dan memperkokoh stabilitas di kawasan ekonomi.

Tinggalkan Balasan