BEKASI, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat menangani dampak kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, dengan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis maksimal tanpa terkendala biaya.
Langkah sigap ini ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe saat meninjau lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026), sehari setelah insiden kebakaran hebat yang terjadi pada Rabu malam.
Abdul Harris memastikan seluruh korban, baik warga maupun pekerja, akan ditanggung penuh biaya pengobatannya oleh Pemkot Bekasi melalui skema BPJS Kesehatan maupun pembiayaan lain yang disiapkan pemerintah daerah.
“Ini musibah yang tidak bisa diprediksi. Pemerintah Kota Bekasi hadir dan memastikan seluruh korban menjadi tanggungan kami sampai proses pemulihan selesai,” kata Harris, dalam keterangan resminya.
Ia mengungkapkan, kebakaran tersebut berdampak luas hingga ke permukiman warga di sekitar lokasi, dengan jumlah korban mencapai hampir 14 orang, sebagian di antaranya mengalami luka bakar serius.
Meski demikian, Abdul Harris memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis intensif di sejumlah rumah sakit rujukan.
“Korban sudah kami bawa ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid dan juga dirujuk ke RSCM agar mendapat penanganan terbaik,” ujarnya.
Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mengungkapkan kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 21.08 WIB dan langsung direspons cepat oleh petugas.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi Heryanto menyebutkan sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menjinakkan api yang berisiko memicu ledakan lanjutan.
“Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman, mengingat area tersebut merupakan tempat pengisian gas yang sangat rentan terhadap ledakan,” kata Heryanto.
Berdasarkan hasil investigasi sementara, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas saat proses pengisian tabung, yang kemudian memicu kobaran api dan meluas hingga area sekitar.
Akibat insiden tersebut, sedikitnya 2.000 meter persegi area terdampak, termasuk sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Api baru berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIB, setelah petugas berjibaku selama berjam-jam untuk mengendalikan situasi.
“Setelah api padam, kami lanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada percikan api yang bisa memicu kebakaran kembali,” ujar Heryanto.
Saat ini, kondisi lokasi telah dinyatakan aman dan terkendali. Namun, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang cukup serius.
Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat tetap waspada serta menunggu hasil investigasi lanjutan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

Tinggalkan Balasan