INDORAYATODAY.COM, KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengapresiasi penyelenggaraan sunat massal gratis yang digelar Pondok Pesantren Yasfi, Pondok Melati. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga meringankan beban keluarga yang membutuhkan.
Harris mengatakan sunat massal merupakan bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga yang terkendala biaya.
“Sunatan ini merupakan sunah dan juga permasalahan sunatan itu masih banyak menjadi kendala bagi masyarakat. Kami sangat mengapresiasi kegiatan positif ini. Ponpes Yasfi menebar kebaikan dan manfaat bagi umat maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Harris, sunat tidak hanya memiliki nilai keagamaan sebagai sunah Rasul, tetapi juga bermanfaat untuk menanamkan kesadaran menjaga kebersihan dan kesehatan sejak usia dini.
Ia berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut tidak merasa takut karena sunat merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.
“Adik-adik jangan takut dengan sunat. Sunat itu tidak sakit, sakitnya bagaikan digigit semut. Jangan terlalu dirasakan, dibawa tenang saja dengan banyak mengucapkan istighfar,” kata Harris memberi semangat kepada peserta.
Kegiatan sunat massal gratis yang digelar Ponpes Yasfi bertujuan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh layanan sunat tanpa dipungut biaya sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Harris juga memberikan uang saku kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.
Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus melibatkan berbagai elemen masyarakat sehingga semakin banyak anak memperoleh layanan kesehatan sekaligus tumbuh menjadi generasi yang sehat.

Tinggalkan Balasan