DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok optimistis program pelatihan kerja bidang perhotelan mampu menjadi solusi konkret untuk menekan angka pengangguran di Kota Depok.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Disnaker Kota Depok, Nessi Annisa Handari, saat membuka program pelatihan kerja perhotelan di Hotel Savero, Senin (29/6/2026).

Nessi mengatakan, program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda agar siap bersaing di industri perhotelan yang kini kembali tumbuh.

Menurutnya, antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi. Sebanyak 641 orang mendaftar secara online untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Setelah melalui seleksi administrasi, tes kesehatan, dan wawancara, Disnaker akhirnya menetapkan 100 peserta terbaik yang berhak mengikuti pelatihan.

“Angka ini menunjukkan minat warga Depok untuk meningkatkan kompetensi kerja sangat besar, khususnya di bidang perhotelan,” ujar Nessi.

Ia menjelaskan, para peserta akan menjalani tiga tahapan pelatihan yang disusun secara komprehensif bersama PHRI, Hotel Savero, serta LPK Cipta Dinamika.

Tahap pertama berupa pembelajaran teori atau in-house training selama dua bulan, yakni Juli hingga Agustus 2026.

Selanjutnya, peserta akan menjalani praktik kerja langsung atau on-the-job training selama empat bulan di sejumlah hotel mitra.

Hotel yang menjadi lokasi magang antara lain Hotel Savero, Hotel Bumi Wiyata, favehotel Margonda, Kinasih Resort, Godong Ijo, The Waterfall, Makara UI, dan Wisma Ijo.

Empat bidang kompetensi akan dipelajari peserta, yakni food and beverage service, food and beverage product, front office, serta housekeeping.

Tak hanya pelatihan, seluruh peserta juga mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan selama program berlangsung.

Hal yang paling menonjol dari program ini adalah adanya uji kompetensi bersertifikat BNSP di akhir pelatihan.

BACA JUGA:  Info Penting Buat Warga Depok: Delapan Puskesmas Kini Siap Tangani Rabies

Sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi tersebut menjadi nilai tambah penting karena diakui secara nasional dan dapat meningkatkan daya saing peserta saat melamar pekerjaan.

Nessi menegaskan, sertifikasi BNSP menjadi bukti bahwa peserta tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi juga pengakuan kompetensi resmi sesuai standar nasional.

“Dengan sertifikat BNSP, peserta memiliki bekal kuat untuk masuk ke dunia kerja profesional,” katanya.

Nessi juga mengapresiasi dukungan Wali Kota Depok yang terus mendorong berbagai inovasi ketenagakerjaan, mulai dari walk-in interview hingga program pelatihan vokasi.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci penting untuk membuka lebih banyak lapangan kerja.

Disnaker Depok berharap program ini mampu menjadi jalan bagi generasi muda untuk memperoleh pekerjaan layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Depok.