INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Program dana Rp300 juta per RW di Kota Depok mulai dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya dilakukan RW 03 Kelurahan Duren Seribu yang mengarahkan anggaran wisata keberagaman untuk studi banding ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Bandung, sebagai upaya memperkuat kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT).
Ketua RW 03 Duren Seribu, Saepudin Bakri, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berisi kunjungan, tetapi juga pembelajaran langsung mengenai teknik budidaya tanaman dan pengelolaan pertanian yang diharapkan dapat diterapkan di lingkungan warga.
Menurutnya, peserta mempelajari berbagai materi, mulai dari teknik budidaya melon, pakcoy, anggrek, hingga pengelolaan pupuk.
“Di sana banyak yang kita pelajari, mulai dari cara menanam melon, pakcoy, pengelolaan pupuk, sampai tanaman lainnya. Mudah-mudahan ilmu itu bisa diterapkan di KWT kami,” ujar Saepudin.
Ia mengatakan rombongan bahkan membeli buah melon untuk diambil bijinya sebagai bahan pembibitan. Saat ini benih tersebut masih dalam tahap penyemaian sebelum ditanam di wilayah Duren Seribu.
“Kami sengaja membeli melon agar bijinya bisa dijadikan pembibitan. Mudah-mudahan nanti cocok dengan kondisi tanah di lingkungan kami,” katanya.
Saepudin menjelaskan peserta menginap satu malam agar memiliki waktu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan bersama para instruktur di BBPP Lembang.
Setelah seluruh materi selesai, rombongan baru melanjutkan kegiatan rekreasi sebagai bagian dari kebersamaan warga.
“Setelah selesai belajar pertanian, baru kami menuju tempat rekreasi. Itu juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain studi banding, Saepudin mengatakan dana Rp300 juta juga digunakan untuk sejumlah kebutuhan prioritas di wilayahnya. Program tersebut meliputi pembangunan Posyandu, pengaspalan jalan lingkungan, perbaikan jalan setapak, pengadaan sound system untuk kegiatan masyarakat, tenda UMKM, kursi, hingga perlengkapan hadrah.
Menurut dia, keberadaan dana Rp300 juta memberikan kepastian bagi setiap RW untuk merealisasikan usulan pembangunan yang telah menjadi kebutuhan masyarakat.
Saepudin berharap pelaksanaan wisata keberagaman di wilayah lain juga diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, setiap RW dapat menyesuaikan tujuan studi banding dengan potensi yang ingin dikembangkan sehingga hasilnya dapat diterapkan kembali di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan