INDORAYATODAY.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan, penyediaan perumahan di kawasan perkotaan ke depan akan diarahkan pada pembangunan hunian vertikal atau rumah susun (rusun).
Langkah ini diambil sebagai solusi atas semakin terbatasnya lahan di area perkotaan.
Pria yang akrab disapa Ara ini menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar pemanfaatan lahan untuk perumahan rakyat bisa lebih efisien.
“Ini merupakan arahan Presiden Prabowo supaya lahan tidak terlalu banyak terpakai untuk perumahan, makanya diarahkan ke atas,” ujar Ara di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, angka kekurangan kepemilikan rumah (backlog) di Indonesia masih sangat tinggi, yakni mencapai 9,6 juta unit. Guna mengejar target tersebut, Kementerian PKP tengah mengidentifikasi lahan di 188 lokasi strategis.
Rencana pembangunan rusun dan kota satelit ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyatakan telah menyiapkan indikasi lahan skala besar mencapai lebih dari 129.000 hektare yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Tinggalkan Balasan