INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Program Magang Nasional terus diperluas sebagai salah satu upaya pemerintah mempercepat penyerapan tenaga kerja. Tak hanya ditujukan bagi lulusan baru perguruan tinggi, program tersebut kini juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pengalaman kerja hingga berpeluang direkrut menjadi karyawan tetap.

Salah satu kisah datang dari Rizky, peserta magang penyandang disabilitas yang telah berhasil diterima bekerja setelah mengikuti Program Magang Nasional. Pengalaman itu disampaikan langsung kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

“Sudah diterima bekerja, terima kasih, Pak,” ujar Rizky, seperti dikutip dari unggahan Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (29/6/2026).

Menanggapi hal tersebut, Teddy mengatakan pengalaman Rizky menjadi bukti bahwa Program Magang Nasional tidak hanya menjadi sarana belajar di dunia industri, tetapi juga membuka jalan menuju pekerjaan yang lebih inklusif.

“Mas Rizky, salah satu peserta magang yang sudah bekerja dan tadi datang kepada saya, bercerita bahwa dirinya merupakan peserta magang penyandang disabilitas,” kata Teddy.

Menurutnya, pemerintah memang merancang program tersebut agar dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang selama ini kerap menghadapi tantangan lebih besar dalam memperoleh pekerjaan.

“Selain mahasiswa yang baru lulus S1, nantinya ada beberapa kelompok lain yang dapat mengikuti program ini, yaitu dari kalangan profesi maupun saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya.

Teddy menjelaskan, peserta Program Magang Nasional akan ditempatkan di berbagai perusahaan selama enam bulan. Selama masa magang, peserta memperoleh pendapatan yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di daerah penempatan, yakni berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.

Selain memperoleh penghasilan, peserta juga mendapatkan pendampingan dari mentor di perusahaan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

BACA JUGA:  Tak Main-Main, Menlu Sugiono Ingatkan Dubes Baru Punya PR Besar

Pemerintah menilai pelaksanaan angkatan pertama menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, dari lebih dari 102 ribu peserta magang, sekitar 30 persen telah direkrut sebagai karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani program.

“Sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan, 30 persen sudah pasti langsung bekerja. Sisanya, dalam waktu dua sampai tiga bulan, akan direkrut oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” kata Teddy.

Melihat capaian tersebut, pemerintah meningkatkan target peserta Program Magang Nasional menjadi 150 ribu orang pada tahun ini. Program itu juga didukung sekitar 8.800 perusahaan mitra dari sektor BUMN maupun swasta yang terlibat dalam penyelenggaraan angkatan pertama.

“Insya Allah, kita harapkan pada tahun ini angkatan kedua akan lebih banyak. Tentunya semakin banyak, semakin baik,” ujar Teddy.