DEPOK, INDORAYA TODAY – Antusiasme warga terhadap program pelatihan kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok sangat tinggi. Program pelatihan bidang perhotelan tahun 2026 bahkan diserbu ratusan pendaftar.
Kepala Disnaker Kota Depok, Nessi Annisa Handari, mengungkapkan sebanyak 641 warga mendaftarkan diri melalui seleksi online yang dibuka pada 8 hingga 27 Juni 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan menembus dunia kerja sektor hospitality yang kini terus berkembang.
“Angka ini menunjukkan besarnya minat warga Depok untuk mengikuti pelatihan di bidang perhotelan,” ujar Nessi saat pembukaan pelatihan kerja di Hotel Savero, Kecamatan Beji, Senin (29/6/2026).
Disnaker Depok kemudian melakukan seleksi ketat, mulai dari administrasi, tes teknis, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.
Dari ratusan pendaftar, hanya 100 peserta terbaik yang berhasil lolos dan berhak mengikuti program pelatihan.
Peserta terpilih berasal dari 11 kecamatan di Kota Depok, mulai dari Bojongsari, Limo, Cinere, Cilodong, Sawangan, Cipayung, Beji, Cimanggis, Pancoran Mas, Sukmajaya, hingga Tapos.
Menurut Nessi, program ini dirancang secara komprehensif oleh Disnaker Depok bersama Hotel Savero, LPK Cipta Dinamika, serta PHRI.
Pelatihan akan berlangsung dalam tiga tahapan utama yang difokuskan untuk membekali peserta dengan kemampuan kerja yang relevan.
Tahap pertama berupa pelatihan teori atau in-house training selama dua bulan, yakni Juli hingga Agustus 2026.
Setelah itu, peserta akan menjalani praktik kerja lapangan atau on-the-job training selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2026.
Para peserta akan ditempatkan magang di sejumlah hotel dan lokasi hospitality ternama di Depok.
Di antaranya Hotel Savero, Hotel Bumi Wiyata, Fave Hotel, Kinasih Resort, Godong Ijo, The Waterfall, Makara UI, hingga Wisma Ijo.
Ada empat bidang utama yang akan dipelajari peserta.
Yakni food and beverage service, food and beverage product, front office, serta housekeeping.
Tak hanya pelatihan, Disnaker Depok juga memastikan perlindungan peserta melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
Di akhir program, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi berbasis standar nasional melalui sertifikasi BNSP.
Sertifikat tersebut diakui secara nasional dan menjadi modal penting untuk bersaing di dunia kerja.
Nessi menegaskan, program ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Depok dalam menekan angka pengangguran.
Melalui berbagai inovasi ketenagakerjaan, Disnaker Depok terus membuka peluang kerja baru bagi warga.
“Kami berharap program ini meningkatkan kesempatan kerja bagi warga Depok sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuntas Nessi.

Tinggalkan Balasan