INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Saina Tazkiya Zulala Azizi (17), santriwati Pondok Pesantren Al Muhajirin, Depok, yang dilaporkan hilang sejak Februari 2026, akhirnya ditemukan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (3/4/2026) dalam kondisi sehat.

Kabar penemuan Zulala disampaikan oleh pamannya, Makus, yang mengonfirmasi bahwa keponakannya ditemukan oleh tiga orang santri saat berada di kawasan pelabuhan tersebut.

“Saya mendapatkan kabar kalau Zulala ditemukan oleh tiga orang santri di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, pada hari Jumat (3/4) pukul 09.55 WIB dalam keadaan sehat,” ujar Makus saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).

Setelah menerima informasi tersebut, pihak keluarga langsung berkoordinasi dengan kerabat yang berada di Surabaya untuk menjemput Zulala.

Makus mengungkapkan, saat ditemukan, Zulala tidak sendirian. Ia disebut tengah bersama seorang teman dan diduga hendak melanjutkan perjalanan ke luar Pulau Jawa.

“Ada temannya karena Zulala mau dibawa ke Banjarmasin,” kata dia.

Hingga kini, keluarga belum mengetahui secara pasti alasan Zulala meninggalkan pesantren dan menghilang selama hampir tiga bulan. Makus memilih untuk tidak terburu-buru menggali keterangan dari keponakannya tersebut.

“Saya belum tanya-tanya kenapa, biar mengalir saja,” ujarnya.

Kembalinya Zulala disambut haru oleh pihak keluarga. Makus mengaku sempat diliputi kekhawatiran mendalam selama keponakannya tidak diketahui keberadaannya.

“Sangat senang Zulala kembali, sampai saya menangis dan memikirkan bagaimana cara pulangnya, karena Zulala sendiri tidak punya identitas,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selama menghilang, Zulala diduga berpindah-pindah kota sebelum akhirnya ditemukan di Surabaya.

Berdasarkan penelusuran keluarga, Zulala sempat menempuh perjalanan lintas kota sejak awal menghilang. Ia disebut bergerak dari Terminal Cibinong menuju Bandung, kemudian ke Tasikmalaya, kembali ke Jakarta, hingga akhirnya berada di Surabaya.

BACA JUGA:  Ikabento Fair 2025: Dari Bibit Cabai Hingga Branding UMKM Depok

“Dari Terminal Cibinong menuju Bandung, dari Bandung ke Tasik, dari Tasik ke Jakarta, dari Jakarta berakhir di Surabaya,” ungkap Makus.

Kasus ini menambah perhatian terhadap pengawasan dan keselamatan santri, khususnya terkait mobilitas tanpa identitas selama berada di luar lingkungan pesantren. ***